Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Produk Hortikultura Terhambat Pembiayaan

📅 Selasa, 19 Sep 2023, 07:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hilirisasi Produk Hortikultura Terhambat Pembiayaan Doc: istimewa

JAKARTA - Sejumlah persoalan masih menyandera Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah mulai masalah pembiayaan hingga akses mendapatkan pupuk bersubsidi. Kondisi ini dialami oleh UMKM yang mengolah produk pertanian, seperti bawang merah di Brebes, Jawa Tengah.

Hal ini tentu disayangkan sebab UMKM yang bergerak di hilirisasi produk pertanian ini semestinya mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan lembaga pembiayaan. Mendukung UMKM ini naik kelas sama dengan memperkuat ekonomi desa, karena bahan bakunya berasal dari petani bawang merah di desa.

Pj Bupati Brebes, Urip Sihabudin, mengatakan komoditas bawang merah menjadi andalan bagi perekonomian di Kabupaten Brebes. Produk olahan bawang merah yang dihasilkan para petani dan UKM di wilayahnya sudah di ekspor ke Singapura dan Arab Saudi. Namun, akibat pandemi Covid-19, saat ini permintaan pasar luar negeri anjlok dan belum pulih seperti sebelumnya.

"Yang sudah jalan untuk ekspor yaitu pasta ke Arab Saudi terutama saat musim haji. Produk UKM kita selama ini juga sudah dipasarkan ke minimarket," ulas Urip dikutip dari laman resmi Kementerian Koperasi dan UKM, Senin (18/9).

Kendala yang dihadapi oleh para petani saat ini selain akses pupuk, benih, hingga akses pasar adalah pengemasan untuk produk olahan yang masih harus dilakukan di Jawa Timur. Dia berharap ada dukungan dari pemerintah agar permasalahan packaging bisa dikerjakan sendiri oleh koperasi atau UKM di wilayahnya.

"Selain kendala di hulu juga ada di hilir, yang mana kemasan masih dari Jawa Timur, kami berharap bisa membeli alat kami sendiri dengan membuat rumah kemasan, mohon membantunya untuk kelompok kami," kata Urip.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki, mengatakan hilirisasi bawang merah dengan menciptakan produk turunan, seperti bawang goreng, bawang krispy, tepung bawang merah, hingga pasta menjadi salah satu solusi utama untuk mendorong kesejahteraan para petani dan UKM di Brebes.

Teten dalam Diskusi dengan Koperasi Pemasaran Unit Desa (KPUD) Wanasari dan PT Sinergi Brebes Inovatif di Brebes, Jawa Tengah, Minggu (17/9), mengatakan dengan hilirisasi, petani akan mendapatkan nilai tambah dan jaminan harga dari produk yang dihasilkan saat musim panen raya.

KemenKopUKM, terangnya, mendorong Pemerintah Kabupaten Brebes untuk meningkatkan program hilirisasi produk bawang merah yang merupakan komoditas unggulan di Brebes, Jawa Tengah. Program hilirisasi ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi bawang merah di sepanjang tahun.

Dia juga menyatakan pentingnya menjaga pasokan dan produksi bawang merah secara nasional. Sebab, selama ini bawang merah menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar saat musim paceklik.

Namun, di saat musim panen raya, harga di pasaran jatuh sehingga petani tidak pernah mendapatkan keuntungan yang memadai.

Dia meyakini dengan bersatu dalam wadah koperasi, para petani bawang merah akan lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan hingga kemudahan mendapatkan akses pasar. Koperasi akan berperan sebagai offtaker sehingga hasil panen para petani bisa langsung dibelinya.

Ekonomi Desa

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, menegaskan ekonomi desa bertumpu pada pertanian, perikanan, perkebunan, dan UMKM. Menurutnya, kesuksesan di sektor pangan membuat kebutuhan dasar nasional terjamin dan tidak tergantung pada pasokan asing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

20 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.