Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Pemkab Garut Turunkan ASN Bagikan Beras Langsung ke Masyarakat Miskin

📅 Selasa, 19 Sep 2023, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Pemkab Garut Turunkan ASN Bagikan Beras Langsung ke Masyarakat Miskin Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Garut
Ket. Wakil Bupati Garut Helmi Budiman.

Garut - Gerak cepat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, menurunkan sejumlah Aparatur Sipil Negara ASN) dari berbagai instansi untuk membagikan 100 ton beras ke masyarakat miskin guna membantu meringankan beban ekonomi dan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat .

"Setiap SKPD(Satuan Kerja Perangkat Daerah) akan menyebar di setiap kecamatan untuk bersilaturahmi langsung dengan masyarakat, sekaligus memberikan bantuan beras," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman saat apel di lapangan Sekretariat Daerah Pemkab Garut, Senin.

Beras yang disiapkan itu, kata dia, dibagikan langsung oleh ASN di setiap instansi dan kecamatan dengan mendatangi langsung rumah masyarakat yang kondisinya miskin.

"Seluruh SKPD mendapatkan tugas di kecamatan-kecamatan untuk bertemu langsung, silaturahim, memberikan perhatian, sehingga orang yang miskin ekstrem tidak merasa miskin,pengendiperhatikan oleh kita," kata Helmi.

Selain memberikan beras sebanyak 6,5 kg per jiwa, kata dia, ASN Garut juga diingatkan untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu masyarakat yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.

"Bukan hanya membagikan yang 100 ton, tetapi juga saudara-saudara ikut mengeluarkan rezeki saudara sebagai bagian kepedulian kita untuk masyarakat kita yang miskin ekstrem," katanya.

Ia menambahkan selain menyalurkan bantuan, ASN juga dapat memotivasi dan mendoakan masyarakat miskin agar dapat menghadapi kondisi ekonomi yang sulit, kemudian akhirnya bisa keluar dari kemiskinan.

"Langsung memberikan motivasi, memberikan doa, agar mereka kuat atas kemiskinan ekstrem, karena kita punya target sebagaimana diarahkan Bapak Presiden, 2024 kita bebas dari kemiskinan ekstrem," kata Helmi.

Ia menyebutkan jumlah masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Garut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 82 ribu orang.

Data itu, kata dia, menjadi prioritas untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, salah satunya bantuan kebutuhan pangan berupa beras.

"Saat ini kami telah menyiapkan bantuan beras untuk sekitar 84 ribu jiwa dari 14.950 KK," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.