Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beras Cipinang Mesti Digelontorkan Masif

📅 Selasa, 19 Sep 2023, 05:23 WIB | Oleh:
Beras Cipinang Mesti Digelontorkan Masif Doc: ANTARA/Tri Meilani Ameliya
Ket. Pekerja mengangkut beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin (18/9/2023).

JAKARTA - Untuk mengantisipasi kelangkaan dan menekan harga yang terus naik maka beras Cipinang diminta segera didistribukan secara masif. Permintaan ini datang dari Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Zulkifli Rasyid, Senin (18/9).

"Saya minta Perum Bulog segera menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP secara masif ke pasar-pasar agar harga turun," pinta Zulkifli. Dia berharap beras digelontorkan sebanyak mungkin. Dia memberi contoh "ekstrem" kalau orang minta 10, kasih 20. Orang minta 100, kasih 200.

Menurut dia, hal tersebut merupakan salah satu langkah tepat untuk menjaga harga beras di pasaran tetap stabil. Sebelumnya, pedagang bernama Arianto menyebutkan harga beras jenis medium pada hari Senin di Pasar Induk Beras Cipinang menyentuh kisaran 12.800-13.000.

"Harga beras masih belum stabil, terutama yang jenis medium. Kisarannya 12.800 sampai 13.000," ujar Arianto. Pekan lalu, harga beras jenis tersebut bahkan sempat mencapai 13.500. Hal senada diungkapkan pula oleh dua pedagang lainnya, Ardi dan Waluyo.

Menurut Zulkifli, dalam beberapa waktu terakhir memang terjadi kenaikan harga beras dan belum sepenuhnya pulih hingga saat ini. Ia menyampaikan harga normal beras jenis medium berkisar 11.000 sampai dengan 11.500. Saat ini, Zulkifli mengatakan banyak pedagang beras yang mulai merasa resah dan mengeluh atas kenaikan harga terus-menerus.

Pada hari Minggu (18/9), Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, memastikan beras SPHP masuk ke Gudang Food Station di Pasar Induk Beras Cipinang. Keberadaan beras SPHP itu merupakan salah satu upaya dari Bapanas untuk meredam gejolak harga.

"Kita pastikan beras SPHP dari Perum Bulog 500 ton masuk ke Gudang Food Station. Kemudian, 1.500 ton sampai sore juga akan masuk ke Gudang Food Station. Jadi akan terdistribusikan hingga 2.000 ton," kata Arief.

Meskipun begitu, sejumlah pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang menyebutkan bahwa mereka belum menerima beras-beras tersebut. "Belum ada. Mungkin memang belum sampai ke pedagang-pedagang," kata Ardi. Sedangkan harga beras lain, seperti Pandanwangi, di sekitar pasar Malabar, Perumnas Tangerang, rata-rata mencapai 14.000 rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.