Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Heru Ingin Penyakit Tidak Menular Diturunkan

📅 Senin, 18 Sep 2023, 05:21 WIB | Oleh:
Heru Ingin Penyakit Tidak Menular Diturunkan Doc: ANTARA/HO-PPID DKI Jakarta
Ket. Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat membuka Seminar Ilmiah Jakarta Internal Medicine in Daily Practice (JIM DACE) 2023 di Jakarta, Sabtu (16/9/2023).

JAKARTA - Para dokter spesialis penyakit dalam didorong berperan besar untuk menurunkan kasus penyakit tidak menular (PTM) di Ibu Kota karena trennya meningkat setiap tahun. Harapan ini disampaikan penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Sabtu (16/9).

Menurut Heru, dokter spesialis penyakit dalam dapat berperan besar untuk menurunkan kasus PTM karena cakupan diagnosis yang luas. Dia mengatakan ini saat membuka Seminar Ilmiah Jakarta Internal Medicine in Daily Practice (JIM DACE) 2023 di Jakarta, Sabtu.

Heru menilai pandemi Covid-19 masih berdampak pada pelayanan kesehatan, sehingga penyakit menular belum bisa diatasi dengan baik. Kasus PTM cenderung meningkat setiap tahunnya. Heru minta para dokter terus mengikuti perkembangan keilmuan dan teknologi medis, juga terus memperbarui cara pendekatan diagnosis terhadap gejala-gejala pasien.

Menurut Heru, Jakarta tengah bertransformasi dari Ibu Nota Negara menjadi Kota Global dan pusat ekonomi Indonesia. Di bidang kesehatan, Jakarta terus berbenah menjadi pusat wisata layanan kesehatan (medical tourism). "Pelayanan kesehatan harus bisa meningkatkan rasa percaya masyarakat Jakarta yang biasa berobat ke luar negeri," kata Heru.

Di sisi lain, rasio dokter spesialis Jakarta sudah memenuhi standar organisasi kesehatan dunia (WHO) sehingga patut disyukuri. Oleh karena itu, yang perlu diupayakan bersama agar meningkatkan kualitas layanan kesehatan Jakarta sesuai dengan standar internasional.

Dia pun mengapresiasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Cabang Jakarta Raya atas komitmen dan konsistensi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, Jakarta.

"Semoga dapat meningkatkan ilmu pengetahuan, daya saing, dan produktivitas dokter spesialis penyakit dalam demi mewujudkan pelayanan kesehatan berstandar internasional di Jakarta," kata Heru. Data menunjukkan bahwa PTM ternyata menjadi penyebab utama kematian sejak 2016.

PTM bertanggung jawab atas 73 persen kematian dengan proporsi. Rinciannya, penyakit kardiovaskular (35 persen), kanker (12 persen), penyakit pernapasan kronis (6 persen), diabetes (6 persen) dan risiko kematian dini lebih dari 20 persen.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik menghimpun jumlah kematian berdasarkan penyebabnya sejak 1 Januari 2017 hingga 2020/2022. Terdapat jumlah kematian mencapai 8,07 juta kasus. Dari jumlah tersebut, penyebab terbanyak berasal dari sakit karena penyakit tidak menular, 7,03 juta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.