Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Basarnas Kendari Cari Perempuan Hilang di Hutan Luwu Timur

📅 Senin, 18 Sep 2023, 16:20 WIB | Oleh:
Basarnas Kendari Cari Perempuan Hilang di Hutan Luwu Timur Doc: Antara/HO-Basarnas Kendari
Ket. Ilustrasi: Tim Penyelamat Basarnas Kendari saat mempersiapkan peralatan untuk mencari korban.

KENDARI -- Basarnas Kendari melalui Tim Penyelamat Unit Siaga SAR Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), melakukan pencarian terhadap seorang perempuan yang hilang di Hutan Dusun Kuari, Desa Asuli, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.

Kepala Basarnas Kendari Muhammad Arafah melalui keterangan resmi di Kendari, Senin, mengatakan korban yang hilang itu bernama Sahe (69), yang hilang saat mencari kayu di hutan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa laporan hilangnya korban diinformasikan Kepala Desa Asuli, yang memberitahukan telah terjadi kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang yang hilang di hutan Dusun Kuari, pada pukul 10.34 WITA.

"Dia informasikan ada seorang perempuan yang hilang di hutan," kata Arafah.

Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya memberangkatkan Tim Penyelamat Unit Siaga SAR Luwu Timur menuju lokasi yang diinformasikan dan memberikan bantuan SAR berupa mobil penyelamat pada pukul 10.50 WITA.

"Diberangkatkan Tim Penyelamat Unit Siaga SAR Luwu Timur yang masih merupakan wilayah kerja Basarnas Kendari," sebutnya.

Dia juga membeberkan bahwa jarak tempuh lokasi yang diinformasikan tersebut dengan Unit Siaga SAR Luwu Timur sekitar 40 kilometer.

"Tim Penyelamat berangkat menggunakan mobil membawa peralatan pendakian gunung dan peralatan pendukung keselamatan lainnya," ujar Arafah.

Arafah menjelaskan korban hilang saat mencari kayu di hutan Dusun Kuari, Desa Asuli,pada Minggu (17/9). Korban berangkat ke hutan sekitar pukul 16.00 WITA dan biasanya kembali pada pukul 17.00 WITA.

"Namun, hingga informasi ini diterima, korban belum juga kembali. Pihak keluarga dan masyarakat sekitar telah melakukan pencarian, akan tetapi korban tak kunjung ditemukan," ungkap Arafah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.