Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Adik Kim Jong Un Terlihat Menenteng Tas Dior Saat Kunjungan ke Rusia

📅 Senin, 18 Sep 2023, 15:15 WIB | Oleh:
Adik Kim Jong Un Terlihat Menenteng Tas Dior Saat Kunjungan ke Rusia Doc: The Korea Herald/KCNA
Ket. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) mengunjungi Pabrik Penerbangan Yuri Gagarin di Komsomolsk-on-Amur, Jumat. Adiknya Kim Yo Jong (latar belakang, kanan) terlihat memegang tas senilai 7.000 dolar AS.

SEOUL - Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, terlihat memegang tas senilai 7.000 dolar AS dari brand mewah Prancis Christian Dior selama kunjungan ke Rusia baru-baru ini.

Diberitakan The Korea Herald, berdasarkan foto yang dirilis Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, tas hitam dengan pola berlapis tersebut menyerupai tas Lady Dior yang dijual di situs resmi Dior.

Foto itu diambil saat Kim mengunjungi Pabrik Penerbangan Yuri Gagarin di Komsomolsk-on-Amur, sebuah kota di Timur Jauh Rusia.

Ini bukan pertama kalinya anggota keluarga Kim muncul di depan umum sambil memakai barang-barang mewah dari luar negeri.

Saat peluncuran uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-17 Korea Utara pada Maretputri Kim, Ju Ae, terlihat mengenakan jas hitam seharga 1.900 dolar AS, yang juga diduga dari merek Dior.

Kim sendiri terlihat mengenakan jam tangan dari pabrikan Swiss IWC Schaffhausen senilai 13.400 dolar AS saat parade militer merayakan ulang tahun ke-75 Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara pada 2020.

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi lonjakan permintaan barang-barang mewah di Korea Utara.

Dulu, hal itu hanya terbatas pada keluarga Kim.Namun baru-baru ini, beberapa elite Korea Utara juga memiliki akses terhadap merek-merek kelas atas internasional.

Toko-toko milik negara di Pyongyang dilaporkan menjual barang-barang mewah dengan menerima uang dolar AS dari pelanggan dan memberikan kembalian dengan mata uang Won Korea Utara.

Menurut Resolusi Dewan Keamanan PBB 2270, impor merek-merek mewah asing ke Korea Utara secara eksplisit dilarang.Namun, keluarga Kim diduga memiliki entitas terpisah yang menyediakan barang-barang mewah dan makanan untuk mereka.

Kecintaan keluarga Kim terhadap merek-merek mewah telah mendapat kritik keras di luar negeri, terutama setelah laporan BBC pada bulan Juni mengenai warga Korea Utara yang mati kelaparan karena kelangkaan pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.