Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KCJB Contoh Keberhasilan 'Belt and Road Initiative'

📅 Jumat, 15 Sep 2023, 00:03 WIB | Oleh:
KCJB Contoh Keberhasilan 'Belt and Road Initiative' Doc: ANTARA/RAISAN AL FARISI
Ket. Kereta Cepat Jakarta-Bandung

BEIJING - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning menyebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sebagai contoh keberhasilan Prakarsa Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI) yang diinisiasi pemerintah Tiongkok.

"Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah proyek unggulan di bawah kerja sama 'Belt and Road Initiative' antara Tiongkok dan Indonesia, selama ini mendapat perhatian pribadi dari kedua pemimpin negara," kata Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Tiongkok, Kamis (14/9).

BRI adalah program yang diperkenalkan oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 2013 dengan nama One Belt One Road (OBOR).

Seperti dikutip dari Antara, Presiden Joko Widodo kemarin Rabu melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat dengan menggunakan KCJB yang sekaligus melakukan uji coba sebelum resmi dioperasikan.

Presiden yang biasa disapa Jokowi itu menyebut kereta tersebut nyaman digunakan bahkan saat mencapai kecepatan maksimal 350 km/jam.

"Kereta berkecepatan tinggi itu, yang pertama di jenisnya di Asia Tenggara, dan merupakan kereta cepat yang pertama di luar Tiongkok dengan sistem pemantauan yang sama, faktor produksi dan rantai industri yang dipasok oleh Tiongkok," tambah Mao Ning.

Mengejar Modernisasi

Kereta cepat tersebut, menurut Mao Ning, juga menjadi contoh sukses Tiongkok bersama dengan negara di kawasan dalam mengejar modernisasi.

"Dengan mengikuti prinsip konsultasi, kontribusi dan manfaat bersama. Hal ini pasti akan memberikan dorongan kuat untuk konektivitas regional. Kami telah mengetahui uji coba Presiden Joko Widodo dan komentarnya yang positif," ungkap Mao.

Ia berharap dan percaya kereta berkecepatan tinggi akan membantu memudahkan masyarakat Indonesia dalam bertransportasi. "Dan tentu akan mendorong potensi lokal untuk pembangunan ekonomi," kata Mao Ning.

Saat uji coba, kereta cepat pertama di Indonesia tersebut melaju secara perlahan mulai dari kecepatan 50 km per jam hingga kecepatan maksimal 350 km/jam.

Presiden Jokowi berharap kehadiran moda transportasi ini meningkatkan minat masyarakat untuk berpindah dari mobil pribadi ke transportasi umum sehingga mengurangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta, Bandung, dan sekitarnya.

Saat itu Xi Jinping ingin menghidupkan kembali kejayaan Jalur Sutera (Silk Road) pada abad ke-21. Setidaknya 147 negara, termasuk Indonesia, sudah sepakat masuk progam BRI, dengan nilai investasi sejak 2013 hingga paruh pertama 2022 telah mencapai 932 miliar dolar AS.

Untuk mengumpulkan pendanaan bagi proyek-proyek infrastruktur BRI, dibentuklah Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang 26 persen sahamnya dikuasai Tiongkok, sementara Indonesia menjadi penyetor terbesar ke-8 dengan 672 juta dolar AS yang dibayarkan bertahap dalam lima tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.