Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

333 Juta Anak Terjebak dalam Kemiskinan Ekstrem

📅 Kamis, 14 Sep 2023, 00:06 WIB | Oleh:
333 Juta Anak Terjebak dalam Kemiskinan Ekstrem Doc: ISTIMEWA
Ket. CATHERINE RUSSELL Direktur Eksekutif UNICEF - Krisis yang semakin parah, akibat dampak Covid-19, konflik, perubahan iklim, dan guncangan ekonomi, telah menghambat kemajuan.

NEW YORK - Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa- Bangsa atau The United Nations Children's Fund (UNICEF) dan Bank Dunia, melaporkan pandemi Covid-19 telah menyebabkan perlambatan tajam dalam upaya mengakhiri kemiskinan anak, dengan 333 juta anak masih hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Dikutip dari Agence France-Presse (AFP), Rabu (13/9), laporan ini juga mengatakan pandemi menghambat upaya pemberantasan kemiskinan ekstrem, dengan 30 juta anak lebih sedikit dibandingkan perkiraan sebelumnya. Akibatnya, sekitar satu dari enam anak masih hidup dengan pendapatan kurang dari 2,15 dollar AS per hari.

"Krisis yang semakin parah, akibat dampak Covid-19, konflik, perubahan iklim, dan guncangan ekonomi, telah menghambat kemajuan, dan menyebabkan jutaan anak berada dalam kemiskinan ekstrem," kata Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, dalam sebuah pernyataan.

Temuan-temuan dalam laporan ini menghambat pencapaian tujuan ambisius PBB untuk memberantas kemiskinan ekstrem anak pada tahun 2030.

"Dunia di mana 333 juta anak hidup dalam kemiskinan ekstrem, tidak hanya kehilangan kebutuhan dasar, tetapi juga martabat, kesempatan atau harapan, tidak dapat ditoleransi," kata Direktur Global Kemiskinan dan Kesetaraan Bank Dunia, Luis-Felipe Lopez-Calva, dalam sebuah pernyataan.

Tertinggi di Dunia

Laporan tersebut menemukan sekitar 40 persen anak-anak di Afrika Sub-Sahara masih hidup dalam kemiskinan ekstrem, persentase tertinggi di dunia.

Serangkaian faktor termasuk pertumbuhan populasi yang cepat, Covid-19, dan bencana terkait iklim telah memperburuk kemiskinan anak yang ekstrem di Afrika Sub-Sahara dalam beberapa tahun terakhir, meskipun wilayah lain di dunia terus mengalami penurunan.

Bank Dunia dan UNICEF meminta negara-negara untuk memprioritaskan penanggulangan kemiskinan anak dan memberlakukan serangkaian tindakan termasuk perluasan program tunjangan anak universal.

Terkait masalah kemiskinan ekstrem ini, sebelumnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa diperkirakan lebih dari 340 juta perempuan dan anak perempuan, atau sekitar 8 persen dari populasi perempuan di dunia, hidup dalam kemiskinan ekstrem pada 2030.

Laporan terbaru dari UN Women menunjukkan gambaran suram kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di bawah Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDG), sebuah agenda universal untuk mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya pada 2030.

Meskipun ada upaya global, tetapi dunia masih gagal mencapai kesetaraan gender sehingga merugikan perempuan dan anak perempuan.

Untuk setiap satu dollar AS yang didapatkan pria dari pendapatan sebagai tenaga kerja secara global, perempuan hanya memperoleh 51 sen. Jika tren ini berlanjut, hampir satu dari empat perempuan akan mengalami kerawanan pangan sedang atau parah.

Dengan tingkat perkembangan saat ini, generasi perempuan berikutnya akan menghabiskan rata-rata 2,3 jam lebih banyak per hari untuk perawatan tidak berbayar dan pekerjaan rumah tangga dibandingkan laki-laki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.