Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Warga Sidorejo Gelar Aksi di Kantor Pemkab Sleman, Tuntut Pemecatan Kasi Pemerintahan

📅 Rabu, 13 Sep 2023, 15:59 WIB | Oleh:
Ratusan Warga Sidorejo Gelar Aksi di Kantor Pemkab Sleman, Tuntut Pemecatan Kasi Pemerintahan Doc: Istimewa

Sleman - Masyarakat Peduli Sidorejo (MPS) telah menggelar aksi unjuk rasa sebanyak dua kali di kantor Kalurahan Sidorejo sebelumnya. Namun, pada hari Rabu, 13 September 2023, mereka memutuskan untuk menggelar aksi kembali di kantor Pemerintah Kabupaten Sleman.

Dalam aksi ini, ratusan warga Sidorejo bersatu untuk menuntut pemecatan Sri Wahyunarti, yang menjabat sebagai Kasi Pemerintahan (Jagabaya) Kalurahan Sidorejo. Para peserta aksi membawa sejumlah spanduk yang berisi tuntutan agar Sri Wahyunarti dipecat dari jabatannya.

Tuntutan yang disampaikan dalam spanduk-spanduk tersebut mencakup permintaan agar Sidorejo terbebas dari oknum tukang palsu, pemecatan Jogoboyo Sidorejo, serta tuntutan lainnya. Sri Wahyunarti dihadapkan pada seruan pemecatan ini setelah dituduh melakukan pemalsuan tanda tangan Panewu Godean, pembuatan stempel palsu Kapanewon Godean, serta melakukan pungutan liar.

Kedatangan massa aksi ini ditemui oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Aji Wuryantara, di gedung kaca kompleks Kantor Bupati Sleman.

Dalam pertemuan tersebut, Aji menyampaikan bahwa Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, tidak dapat bertemu dengan massa aksi karena ada acara dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY). Oleh karena itu, Aji mewakili pemerintah daerah dalam pertemuan ini.

Koordinator MPS, Sutrisno, menjelaskan bahwa tujuan kedatangan mereka ke Kantor Pemkab Sleman adalah untuk mengklarifikasi tuntutan warga terkait pemecatan Sri Wahyunarti. Aksi ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan, setelah dua aksi sebelumnya di Kantor Kalurahan Sidorejo dan Kantor Kapanewon Godean.

Senada, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Sidorejo, Arif Hidayat, mengajukan permintaan agar Pemkab Sleman segera mengeluarkan surat rekomendasi untuk pemecatan Sri Wahyunarti kepada Lurah Sidorejo dan Panewu Godean. Hal ini dilakukan atas dasar keinginan masyarakat, yang menilai Sri Wahyunarti bersalah dan melakukan pemalsuan tanda tangan Panewu Godean, pembuatan stempel palsu Kapanewon Godean, serta pungutan liar.

Arif Hidayat menekankan, "Kami minta secepatnya Pemkab mengeluarkan deskresi dan rekomendasi pemecatan untuk Sri Wahyunarti. Karena ini suara masyarakat."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lumayan, Transportasi Jakar...
Megapolitan
Tangerang Perkuat Transpara...

Pasar Tengah Buruk, Pemprov Tunda IPO

46 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...

Jaga Persatuan dan Kerukunan lewat Keberagaman

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaga Persatuan dan Kerukuna...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
IMF Khawatirkan Fragmentasi...
Nasional
Perkembangan AI Terlalu Cep...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.