Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LLP-KUKM Upayakan Konsolidasi Industri Kreatif Sektor UKM

📅 Selasa, 12 Sep 2023, 23:23 WIB | Oleh:
LLP-KUKM Upayakan Konsolidasi Industri Kreatif Sektor UKM Doc: antara

Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Leonard Theosabrata mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya mengintegrasikan dan mengkonsolidasikan industri kreatif, khususnya di sektor UKM, untuk mempercepat digitalisasi.

Saat ditemui dalam bincang-bincang di Jakarta, Selasa, Leonard atau akrab disapa Leo tersebut menegaskan bahwa pihaknya dari sisi pemerintah sedang mencoba melakukan integrasi dan konsolidasi dalam industri kreatif, khususnya antara pemangku kepentingan dengan pelaku industri kreatif, dengan akses finansial.

Namun, katanya, hal itu perlu adanya upaya kerja sama yang lebih matang untuk menciptakan ekosistem yang tepat agar industri kreatif Indonesia semakin maju. "Kita harus bisa menciptakan satu standar untuk bisa mengintegrasikan ekosistem yang jelas. Digitalisasi itu sebetulnya mengakselerasi proses integrasi tersebut," kata Leo.

Leo mengatakan saat ini pemerintah tengah menghadapi tantangan, yakni sulitnya akses finansial (access to finance) atau uang murah dan mudah bagi para pelaku usaha, khususnya UMKM. Misalnya, masih adanya perbedaan nilai kredit antara regulator sandbox (wadah untuk mendukung inovasi ekonomi digital yang biasanya berasal dari pemerintah) dan pelaku usaha sebagai individu masyarakat.

"Access to finance itu, misalnya credit score-nya berantakan, lalu kita sebagai individu itu score-nya masing-masing berbeda, ini nggak ada integrasi," kata Leo.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM serta Presiden RI menyuarakan adanya kemudahan akses finansial bagi para pelaku usaha, sehingga mereka dapat memaksimalkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Selain itu, pemerintah juga akan lebih banyak melakukan kerja sama dengan bank serta institusi keuangan terkait untuk mewujudkan hal tersebut.

"Digitalisasi untuk membuat kita jadi lebih mudah untuk menjalankan bisnis, dari segi permodalan," kata Leo.

Sejauh ini, sudah ada 65 juta UMKM di Indonesia dan satu persen di antaranya sudah masuk ke dalam kategori usaha besar, sedangkan sisanya masih masuk ke dalam kategori UKM. Untuk itu, Leo dan pihaknya tengah berupaya mendorong usaha UKM tersebut agar "naik kelas" dan semakin diminati oleh masyarakat.

"Dengan adanya digitalisasi, sekarang semua menjadi lebih mudah dan akselerasinya menjadi lebih cepat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.