Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Barat Mendorong Pemilih Pemula Gunakan Hak

📅 Selasa, 12 Sep 2023, 05:21 WIB | Oleh:
Jakarta Barat Mendorong  Pemilih Pemula Gunakan Hak Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Mohammad Matsani saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (11/9/2023).

JAKARTA - Para pemilih pemula didorong untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 karena hasil pesta demokrasi itu akan menentukan masa depan bangsa.

"Hak pilih itu sangat penting saat pemilu, tak terkecuali bagi para pemilih pemula. Hasilnya juga menentukan masa depan bangsa," kata Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Barat, Mohammad Matsani, Senin (11/9).

Mohammad menjelaskan tidak ikut memilih secara sengaja, meskipun sudah menginjak usia pemilih atau menjadi "golongan putih" (golput) dalam pemilu, bukanlah sebuah pilihan. "Golput bukan pilihan. Itu sama saja kita tidak bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa," ujar Matsani.

Oleh karena itu, dia telah berkoordinasi dengan Suku Dinas (Sudin) Pendidikan wilayah I dan II, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakbar, dan beberapa pihak lain untuk menyosialisasikan penggunaan hak pilih dalam Pemilu 2024 ke sekolah-sekolah Jakbar. "Kita sudah koordinasi dengan Sudin Pendidikan wilayah I dan II untuk sosialisasi hak pilih dalam Pemilu 2024," kata Matsani.

"Jadi, anak-anak SMA yang tanggal 14 Februari 2024 sudah berusia 17 tahun, masuk dalam data pemilih pemula. Mereka harus menggunakan haknya," tandas Mohammad. Selanjutnya, para petugas pencocokan dan penelitian (coklit) dari KPU Jakbar akan datang ke rumah-rumah.

Mereka sudah mendapat data awal dari SudinKependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakbar soal anak-anak yang sudah mengurus KTP elektronik dan masuk usia pemilih pada tanggal 14 Februari 2024. Saat ini, dia bersama dinasterkait dan KPU Jakbar sedang fokus sosialisasi akan pentingnya ikut serta para pemilih pemula dalam Pemilu 2024.

Secara terpisah, KasudinDukcapil Jakbar, Gentina Arifin, menargetkan sedikitnya 19.000 pemilih pemula dalam Pemilu 2024. Hingga September ini, Gentina telah merekam KTP elektronik sebanyak 3.965 baik di sekolah-sekolah ataupun layanan Dukcapil Kelurahan.

Gentina melanjutkan, khusus untuk pelayanan rekam KTP elektronik sekolah, sudah dilakukan 40 kali. Untuk perekaman KTP elektronik hingga 7 September, tercatat 2.046 orang.

Tanpa Atribut

Sementara itu, Mohammad Matsani mengatakan bahwa kegiatan kampanye pemilihan umum (pemilu) boleh digelar di perguruan tinggi dan gedung pemerintahan. Syaratnya, telah mendapat izin penanggung jawab dan tidak menggunakan atribut kampanye.

Prinsipnya, fasilitas pemerintah dan tempat ibadah tidak boleh digunakan untuk tempat kampanye, sedangkan fasilitas kampus harus mendapat izin penanggung jawab. Hal tersebut berdasarkan hasil judicial review Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pelarangan tempat kampanye pemilu.

"Kalau pemasangan sesuai dengan hasil Judicial Review MK yang disampaikan Ketua KPU, sebetulnya lokasi-lokasi pemerintah dan kampus boleh untuk sosialisasi pemilu, tetapi tidak menggunakan atribut. Namun, kampanye dan sosialisasi tersebut tidak dapat dilakukan di tempat-tempat ibadah.

Berdasarkan Pasal 280 Ayat (1) huruf h UU Pemilu, tempat ibadah merupakan salah satu lokasi yang dilarang sebagai tempat kampanye. Tujuannya menghormati nilai budaya, agama, serta kebebasan beragama, meskipun kampanye menjadi bagian penting demokrasi. Namun, tetap perlu pengaturan agar tidak merusak keharmonisan dan nilai yang dipegang masyarakat.

Lebih lanjut, Mohammad mengingatkan, semua harus mengikuti hasil rekomendasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan KPU mengenai penggunaan tempat untuk kampanye. "Perlu berkoordinasi dengan sudin terkait disertai rekomendasi Bawaslu dan KPU bila ingin menggunakan tempat-tempat tersebut untuk kampanye," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.