Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lewat AKI, Kemenparekraf Dorong UMKM Naik Kelas 

📅 Senin, 11 Sep 2023, 17:01 WIB | Oleh:
Lewat AKI, Kemenparekraf Dorong UMKM Naik Kelas  Doc: Istimewa.
Ket. Sekretaris Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani saat meninjau stand pada acara Puncak AKI 2023.

JAKARTA - Sebagai upaya mempercepat peningkatan perekonomian di daerah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) mengharapkan para pelaku UMKM mengikuti program Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2023. Program itu diharapkan dapat mendorong UMKM naik kelas.

Dalam acara Puncak AKI 2023, beberapa waktu lalu, Sekretaris Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani menyatakan kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bertemunya pelaku UMKM dengan calon pembeli, bahkan investor, dan meningkatkan pemasaran produk.

"Tema gelaran AKI tahun ini adalah Collaboration Season atau yang memiliki makna musim kolaborasi. Semoga upaya untuk mendorong UMKM kita bisa 'naik kelas' dan percepatan ekonomi lewat AKI bisa terwujud," kata Giri dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/9).

Dia menambahkan Pekan puncak AKI 2023 digelar di Senayan Park, Jakarta, dengan menampilkan produk-produk UMKM ekonomi kreatif yang telah terpilih dari 16 kabupaten/ kota se-Indonesia, mulai dari kuliner, kriya, fesyen, aplikasi gim, musik, dan film. Dalam acara tersebut, peserta dari program inkubasi dan desa kreatif Kemenparekraf ikut memamerkan produk mereka.

"Semua komponen dalam acara ini tentunya berkolaborasi, seperti pemerintah pusat dan daerah, yaitu Kemenparekraf dengan Pemda, media, serta sesama pelaku ekonomi kreatif, yaitu pihak swasta" kata Giri.

Salah satu UMKM yang ikut unjuk karya pada pekan puncak AKI 2023 adalah "Indang Apang", jenama lokal asal Kalimantan Tengah yang memproduksi kriya bermotif anyaman khas Dayak dari bahan rotan. Jenama tersebut merupakan pemenang dari gelaran AKI 2023 di Palangka Raya, Kalteng, sehingga terpilih untuk dapat memamerkan karyanya dalam puncak acara tersebut.

Pemilik "Indang Apang", Amelia Agustina mengatakan bahwa bahan baku utama yang digunakan dalam produknya adalah rotan dan kulit sapi. Dia mendapatkan kedua bahan tersebut dari petani dan pengrajin setempat yang telah dirangkulnya menjadi mitra produksi.

Dari bahan-bahan tersebut, dia mengkreasikannya menjadi produk bernilai jual mulai dari tas, dompet, sepatu, gantungan kunci hingga gaun. Lewat usahanya, Amelia berhasil meraup omzet Rp100-150 juta per bulan. Pembeli produknya tak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga hingga luar negeri dengan memanfaatkan jasa titip belanja.

"Saya juga ingin memberi tahu masyarakat bahwa bahan ini memiliki nilai materi. Jangan hanya untuk sekadar hobi, tetapi jadikan juga sebagai mata pencaharian utama," katanya.??????

Amelia menjelaskan keunikan produk "Indang Apang" terletak pada motif anyaman khas Dayak yang terinspirasi dari hewan ataupun peristiwa di sekitar masyarakat. Dia mencontohkan motif Saluang Murik yang terinspirasi dari ikan saluang khas Kalimantan yang berenang ke muara.

"Selain itu, ada juga motif anyaman yang memiliki filosofi tersendiri dari sang penganyam seperti motif Mata Bilis memiliki bentuk seperti mata. Menurut penganyam, kalau kita meletakkan uang di tas dengan motif itu, rezeki akan ada terus," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.