Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama 'Smart City' IKN

📅 Sabtu, 09 Sep 2023, 00:01 WIB | Oleh:
RI dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama 'Smart City' IKN Doc: ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A
Ket. PERTEMUAN BILATERAL INDONESIA-KOREA SELATAN I Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut kedatangan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol (kedua dari kiri) dan Ibu Kim Keon-Hee sebelum melakukan pertemuan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (8/9). Pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral Indonesia-Korea Selatan.

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) menyepakati sejumlah kerja sama, antara lain pembangunan smart city di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) Fase 4 dalam. Kesepakatan diambil pada pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (8/9).

"Terkait Korea Selatan, kerja sama infrastruktur dan mengharapkan MRT Fase 4 bisa dimulai konstruksinya tahun 2024," kata Menlu Retno saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta.

Seperti dikutip dari Antara, Menlu Retno mengatakan berdasarkan hasil pertemuan itu, kedua pemimpin optimistis investasi dapat meningkat karena kedua negara telah memiliki dialog investasi yang tinggi, khususnya bidang ekosistem kendaraan listrik yang menjadi salah satu prioritas.

Presiden Jokowi pun menyambut baik konsorsium LG dan mitra di Indonesia untuk merealisasikan grand package investment senilai 9,8 miliar dollar AS, serta konstruksi pabrik katoda di Batam yang melibatkan BUMN dan pengusaha daerah.

Kepala Negara juga mengundang partisipasi Bank Korea untuk mendukung kerja sama dalam mendukung ekosistem mobil listrik (electric vehicle/EV).

"Presiden juga mengapresiasi pemerintah Korsel untuk pembangunan di IKN sebagai smart city," kata Menlu Retno.

Pengembangan SDM

Selain pembangunan smart city, dukungan Korea Selatan terhadap pembangunan IKN juga diharapkan mencakup sektor baru di bidang pengembangan SDM dan digitalisasi birokrasi untuk mempercepat transformasi birokrasi.

Pemerintah Korea Selatan juga sepakat mengembangkan industri wisata perawatan kesehatan (medical tourism industry) di Bali.

Pada poin keempat, Presiden Jokowi mengharapkan akses pasar yang lebih besar untuk produk pertanian, serta peningkatan kapasitas pada teknologi agar produk pertanian dan perikanan Indonesia dapat sesuai standar Korea Selatan.

Terakhir, tambah Menlu Retno, Presiden Jokowi juga mengapresiasi peningkatan kuota pekerja migran Indonesia ke Korea Selatan.

Sebelumnya, Deputi Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A Mulachela, mengatakan Indonesia bisa belajar dari pengalaman Korea yang juga pernah memindahkan ibu kota administratifnya dari Seoul ke Sejong.

"Jadi, dalam proses Indonesia membuat masterplan dan mendesain Ibu Kota baru, telah dilakukan sejumlah konsultasi di antara otorita IKN dan pihak Korea yang ternyata cukup terbuka untuk membagikan pengalaman dan praktik terbaik mereka," tutur Nabyl dalam lokakarya mengenai hubungan Indonesia-Korea di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.