Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren, Pemkab Berau Luncurkan Tambak Lestari untuk Ekonomi Berkelanjutan

📅 Kamis, 07 Sep 2023, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, Pemkab Berau Luncurkan Tambak Lestari untuk Ekonomi Berkelanjutan Doc: Antara/HO Humas YKAN
Ket. Narasumber dan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas foto bersama peserta saat Peluncuran Program Mangrove Sahabat Tambak Lestari di Berau, Rabu (6/9).

Berau - Keren, Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, meluncurkan Program Mangrove Sahabat Tambak Lestari (Mesti), demi pembangunan ekonomi berkelanjutan dari subsektor perikanan, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari tambak udang.

"Program Mesti bertujuan untuk melindungi mangrove dan meningkatkan penghidupan masyarakat pesisir. Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk melestarikan dan melindungi mangrove," kata Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dalam peluncuran itu di Berau, Rabu.

Program Mesti diterapkan untuk tiga kampung di Berau yakni Kanpung Kampung Pegat Batumbuk, Tabalar Muara, dan di Kampung Suaran.

Budi daya udang adalah sumber penghidupan utama bagi masyarakat di tiga kampung tersebut, juga merupakan wilayah dengan hutan mangrove terluas di Kalimantan Timur.

Berkembangnya budi daya tambak udang di wilayah ini perlu diikuti dengan adanya praktik yang berkelanjutan, sehingga produktivitas udang juga terus dapat diandalkan tiap musim panen.

Menurut Sri, hutan mangrove berfungsi sebagai habitat bagi keanekaragaman hayati yang unik dan beragam ikan. Budi daya udang di Berau umumnya memanfaatkan lahan mangrove untuk dijadikan tambak.

"Namun, praktik ini tentu dapat menurunkan kualitas air yang dampak berikutnya adalah menurunkan hasil panen, lantas petani udang membuka lahan lebih luas lagi dengan harapan hasil panen juga besar, sehingga Program Mesti hadir untuk mengubah praktik ini," katanya.

Program Mesti ini digagas oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dengan dukungan Chevron melalui metode akuakultur berkelanjutan, yakni Shrimp-Carbon Aquaculture (SECURE).

Pendekatan ini bertujuan meningkatkan ketahanan pesisir dengan merestorasi ekosistem mangrove hingga 80 persen dari total area tambak, kemudian mengoptimalkan area yang tersisa untuk praktik budi daya tambak udang berkelanjutan.

"Pendekatan ini juga mampu memberikan produktivitas yang optimal. Ini solusi yang saling menguntungkan," ujar Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto.

Melalui metode ini, petani tambak dapat menggunakan lahan yang lebih kecil, namun mendapat hasil yang minimal sama dengan menggunakan lahan luas. Bahkan mangrove di sisa lahan tambak pun dapat tumbuh kembali secara alami," ujar Herlina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.