Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS akan Meluncurkan Rudal Hipersonik dari Cape Canaveral Minggu Ini

📅 Kamis, 07 Sep 2023, 12:56 WIB | Oleh:
AS akan Meluncurkan Rudal Hipersonik dari Cape Canaveral Minggu Ini Doc: Istimewa
Ket. Cape Canaveral di pantai Atlantik Florida. Peringatan navigasi yang dikeluarkan minggu ini serupa dengan peringatan terkait uji hipersonik pada Maret

CAPE CANAVERAL - Militer Amerika Serikat baru-baru ini dilaporkan akan menguji coba peluncuran Senjata Hipersonik Jarak Jauh atau Long-Range Hypersonic Weapon (LRHW) dari Cape Canaveral di Florida, minggu ini. Rencana diam-diam itu menjadi uji coba senjata hipersonik milik AS, yang sedang mencoba mengejar ketertinggalan jenis senjata itu dari Rusia dan Tiongkok.

Dikutip dari Gizmodo, Badan Intelijen Geospasial Nasional, telah mengeluarkan peringatan navigasi wilayah udara dan maritim untuk Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Florida dari tanggal 6 hingga 8 September, yang menyarankan upaya peluncuran kedua dari uji coba rudal hipersonik. Lintasan peluncuran minggu ini sejalan dengan uji coba rudal hipersonik yang semula direncanakan pada Maret.

Marco Langbroek, dosen astrodinamika di Delft Technical University di Belanda, memetakan zona bahaya yang diumumkan minggu ini dan membandingkannya dengan zona bahaya yang direncanakan untuk peluncuran awal tahun ini.

Pada Maret, peringatan navigasi serupa untuk Cape Canaveral muncul tetapi tidak ada peluncuran yang benar-benar dilakukan. Angkatan Darat AS kemudian mengumumkan bahwa mereka telah membatalkan uji coba LRHW karena kegagalan baterai yang terdeteksi selama pemeriksaan pra-peluncurannya.

"Kesimpulan bahwa ini adalah tes LRHW yang saya ambil terutama dari kemiripannya dengan tes bulan Maret, yang kita tahu adalah tes LHRW karena diakui pada saat itu," kata Langbroek kepada Gizmodo melalui email. "Mereka sangat mirip, dan karakter ' bercabang' kurang lebih unik pada dua kesempatan ini."

Menurut Langbroek, pola bercabang yang diuraikan pada pemetaan menunjukkan semacam muatan yang dapat bermanuver seperti pesawat layang hipersonik. "Area AC sejajar dengan landasan peluncuran 46 di Cape Canaveral, landasan peluncuran yang sama yang akan digunakan untuk uji coba bulan Maret," tambahnya.

Rudal hipersonik mampu terbang dengan kecepatan lima kali lipat kecepatan suara. Senjata-senjata ini bukanlah hal baru. Faktanya, militer AS mulai mengembangkan teknologi senjata hipersonik pada 1960-an. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, AS telah tertinggal dibandingkan Rusia dan Tiongkok, sesuatu yang sangat mereka harapkan dapat diubah.

Meskipun saat ini tidak ada rudal hipersonik, proposal anggaran Pentagon 2024 menunjukkan bahwa Departemen Pertahanan memperkirakan akan memiliki setidaknya 24 rudal dalam waktu dekat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.