Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Lee: Integrasi Ekonomi Harus Menjadi Fokus Utama Asia Tenggara

📅 Rabu, 06 Sep 2023, 00:01 WIB | Oleh:
PM Lee: Integrasi Ekonomi Harus Menjadi Fokus Utama Asia Tenggara Doc: MAST IRHAM/POOL/AFP
Ket. PM Singapura, Lee Hsien Loong

JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, mengatakan integrasi ekonomi harus tetap menjadi fokus utama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (Asean) dan upaya untuk mengembangkan area pertumbuhan baru di blok tersebut harus dipercepat, terlepas dari kemajuan yang baik sejauh ini.

Dikutip dari The Straits Times, Selasa (5/9), Lee meminta para pemimpin Asean untuk memperkuat institusinya dan terus memperkuat ketahanan kawasan terhadap tantangan-tantangan yang muncul.

"Integrasi ekonomi harus tetap menjadi inti agenda kami. Sejauh ini, kami telah melakukannya dengan baik, namun kami perlu bergerak cepat untuk mengembangkan area pertumbuhan baru, khususnya ekonomi digital dan hijau," ujarnya.

Lee berbicara kepada sesama pemimpin Asean pada pertemuan puncak ke-43 kelompok tersebut yang diadakan di Jakarta. Ini adalah KTT tingkat tinggi kedua yang diselenggarakan oleh Indonesia sebagai Ketua Asean pada 2023, setelah KTT yang diadakan pada Mei di Labuan Bajo, Pulau Flores.

Namun, dia menekankan Asean harus melanjutkan pembaruan Perjanjian Perdagangan Barang Asean atau Asean Trade In Goods Agreement (Atiga), mengingat ini adalah salah satu perjanjian ekonomi dasar blok itu.

Perlu Diperluas

Atiga membantu dunia usaha menavigasi peraturan perdagangan internasional, dan saat ini sedang ditingkatkan agar lebih relevan dengan kebutuhan komunitas bisnis saat ini. "Hal ini perlu diperluas untuk mencakup isu-isu yang muncul, seperti digital, lingkungan hidup, dan perdagangan dalam situasi krisis," kata Lee.

Ia juga mengungkit peluncuran perundingan Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital Asean atau Asean Digital Economy Framework Agreement (DEFA) pada Minggu lalu, yang menurutnya merupakan hasil penting dari kepemimpinan dan upaya kuat Indonesia.

Perdagangan online antarnegara di Asia Tenggara akan menjadi lebih cepat dan nyaman dengan pakta perdagangan yang dapat membuka potensi ekonomi digital sebesar dua triliun dollar AS di kawasan ini pada 2030.

"Kita harus bekerja menuju Defa yang berwawasan ke depan dan mendorong pertumbuhan inklusif, yang menciptakan peluang dengan meningkatkan konektivitas digital, keterampilan dan literasi di kawasan ini, dan memberikan manfaat nyata bagi bisnis dan masyarakat kita," kata Lee.

"Defa Asean yang berkualitas tinggi dapat membantu membuka potensi besar ekonomi digital yang belum dimanfaatkan di kawasan ini," ujarnya.

Beralih ke ekonomi ramah lingkungan, Lee menyoroti betapa pentingnya transisi energi ramah lingkungan bagi pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan yang berkelanjutan di Asean.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.