Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mikroskop Ciptakan Revolusi Ilmiah di Bidang Biologi

📅 Selasa, 05 Sep 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Mikroskop Ciptakan Revolusi Ilmiah di Bidang Biologi Doc: AFP/ THOMAS KIENZLE

Ditemukannya mikroskop membuat yang tadinya tidak jelas atau tidak terlihat dengan mata telanjang, dapat diketahui. Penemuan baru ini pun menciptakan pemahaman baru pada bidang botani, entomologi, dan anatomi.

Mikroskop adalah salah satu penemuan paling signifikan dalam masa revolusi ilmiah. Alat ini pertama ditemukan pada kuartal pertama abad ke-17 di Belanda. Sejak saat itu para ilmuwan di seluruh Eropa menggunakan instrumen tersebut.

Mikroskop optik pertama muncul pada awal abad ke-17, menyusul penemuan teleskop oleh pembuat kacamata Flemish, Hans Lippershey (yang hidup 1570 hingga 1619). Sama dengan teleskop, mikroskop juga berasal dari Belanda, penemuannya adalah Cornelius Drebbel (1572-1635) atau Hans Janssen. Seperti teleskop, mikroskop menggunakan dua lensa yang dipasang dalam tabung berongga.

Model Drebbel mengikuti desain teleskop Johannes Kepler (1571-1630) yang menggunakan dua lensa cembung pada instrumennya, bukan lensa cekung dan cembung seperti yang ada pada teleskop Galileo.

Setelah itu muncul spesialis pembuat mikroskop bernama John Marshall. Ia menciptakan majemuk dengan tiga lensa (lensa mata, lensa lapangan, dan lensa objektif). Alat ini memiliki kemampuan untuk menambahkan cahaya ekstra menggunakan lilin di bawah alasnya dan saat ini mikroskop itu dapat dilihat di Museum Sains di London.

Salah satu pembuat mikroskop swasta terkemuka adalah Antonie van Leeuwenhoek. Ia membuat lebih dari 500 mikroskop, termasuk contoh yang memiliki perbesaran 270 menggunakan manik kaca kecil dan bukan lensa kaca yang lebih besar.

Adaptasi lebih lanjut untuk menyempurnakan instrumen telah dilakukan, seperti menambahkan cermin kecil ke alasnya yang sudutnya dapat disesuaikan untuk mengarahkan lebih banyak cahaya ke spesimen yang dilihat. Pembuat instrumen Edward Culpeper (1670-1737) membuat cermin cekung, sehingga meningkatkan cahaya yang tersedia di mikroskopnya.

Namun, memiliki instrumen yang bagus saja tidak cukup. Mempersiapkan spesimen untuk dilihat merupakan keterampilan tersendiri dan dapat membuat perbedaan antara memperoleh penemuan ilmiah baru atau tidak melihat apapun.

Para ilmuwan segera memanfaatkan perangkat baru ini dan mulai menyelidiki apa yang sebelumnya tidak jelas atau tidak terlihat dengan mata telanjang. Ahli anatomi, entomologi (ilmu serangga), dan ahli botani sangat tertarik menggunakan penemuan baru ini untuk memperluas pemahaman mereka tentang alam.

Pada 1625 misalnya, Francesco Stelluti meneliti secara detail tubuh lebah dan menerbitkan penelitiannya dengan judul The Apiarium, sebuah laporan studi pertama berdasarkan ilmu mikroskopis. Banyak penemuan dan makalah akademis lainnya segera menyusul setelah itu.

Pada paruh kedua abad ke-17, karya-karya bergambar indah diterbitkan untuk mengungkapkan kepada pembaca yang tertarik apa sebenarnya yang dapat dilihat melalui mikroskop terbaru. Setelah itu dengan jelas bahwa serangga kecil bisa mempunyai struktur yang sama rumitnya dibandingkan dengan mamalia besar.

Picu Kebingungan

Pengamatan melalui mikroskop juga menimbulkan beberapa pertanyaan yang membingungkan. Misalnya jika kutu sebagai parasit memiliki kutu, bukankah kutu tersebut juga mempunyai kutu dan seterusnya (ad infinitum) atau hingga tak terhingga? Dari penemuan yang dihasilkan alat ini telah menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada yang bisa dijawab.

Ada beberapa tokoh penting dalam sejarah awal mikroskop. Marcello Malpighi (1628-1694) misalnya adalah seorang dokter yang mempunyai reputasi baik. Ia menjadi profesor kedokteran di Universitas Pisa dan kemudian di Universitas Bologna sebelum mengambil posisi sebagai dokter Paus Innosensius XII (menjabat 1691-1700).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.