• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Gen Umur Panjang Tikus Mon...

Gen Umur Panjang Tikus Mondok Telanjang Berpotensi Perpanjang Usia Manusia

Selasa, 29 Agu 2023, 06:10 WIB

Tikus mondok telanjang dikenal memiliki umur panjang, bahkan usianya bisa mencapai 41 tahun. Transfer gen umur panjang dari tikus ini berpotensi memperpanjang usia manusia.

Para peneliti dari Universitas Rochester yaitu Andrei Seluanov dan Vera Gorbunova, berhasil mentransfer gen umur panjang dari tikus mondok/mol telanjang ke tikus. Gen terbukti berdampak pada peningkatan kesehatan dan memperpanjang umur tikus. Hasil riset ini membuka kemungkinan menarik untuk mengungkap rahasia penuaan dan memperpanjang umur manusia.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/ JEFF PACHOUD

Tikus mondok telanjang (naked mole rat) dikenal memiliki umur panjang dan ketahanannya yang luar biasa terhadap penyakit yang berkaitan dengan usia. Hal ini telah lama menarik perhatian komunitas ilmiah untuk mencari tahu faktor apa yang menjadi penyebabnya.

Selama ini tikus mondok telanjang (Heterocephalus glaber) adalah hewan pengerat seukuran tikus yang memiliki umur panjang yang luar biasa dibandingkan hewan pengerat seukurannya. Tikus ini dapat hidup hingga 41 tahun, hampir sepuluh kali lebih lama dari hewan pengerat berukuran sama.

Tidak seperti banyak spesies lainnya, tikus mondok telanjang tidak sering tertular penyakit termasuk degenerasi saraf, penyakit kardiovaskular, radang sendi, dan kanker seiring bertambahnya usia. Gorbunova dan Seluanov telah mengabdikan penelitian selama puluhan tahun untuk memahami mekanisme unik yang digunakan tikus mondok telanjang untuk melindungi diri dari penuaan dan penyakit.

Dengan memperkenalkan gen spesifik yang bertanggung jawab untuk meningkatkan perbaikan dan perlindungan sel pada tikus, para peneliti Rochester itu telah membuka kemungkinan menarik untuk mengungkap rahasia penuaan dan memperpanjang umur manusia.

"Studi kami memberikan bukti prinsip bahwa mekanisme umur panjang unik yang berevolusi pada spesies mamalia berumur panjang dapat diekspor untuk meningkatkan umur mamalia lain," kata Gorbunova, profesor biologi dan kedokteran Doris Johns Cherry di Rochester.

Gorbunova bersama dengan Seluanov. seorang profesor biologi, dan rekan-rekan mereka, melaporkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature. Dalam paparannya mereka menyatakan berhasil mentransfer gen yang bertanggung jawab untuk membuat asam hialuronat dengan berat molekul tinggi (high molecular weight hyaluronic acid/HMW-HA) dari tikus mondok telanjang ke tikus.

Usaha yang dilakukan Gorbunova dan Seluanov berjalan dengan sesuai harapan. Laporan studi menyatakan hal ini menyebabkan peningkatan kesehatan dan peningkatan rata-rata umur tikus sebesar 4,4 persen.

Dibandingkan dengan tikus dan manusia, tikus mondok telanjang memiliki sekitar sepuluh kali lebih banyak HMW-HA di tubuhnya. Ketika para peneliti mengeluarkan HMW-HA dari sel tikus mondok telanjang karena sel tersebut lebih mungkin membentuk tumor.

Rahasia Awet Muda

Para peneliti sebelumnya menemukan bahwa HMW-HA adalah salah satu mekanisme yang bertanggung jawab atas resistensi yang tidak biasa dari tikus mondok telanjang terhadap kanker. Gorbunova, Seluanov, dan rekan mereka ingin melihat apakah efek positif HMW-HA juga dapat terjadi pada hewan lain.

Langkah yang dilakukan dengan mentransfer gen yang menghasilkan gen yang memproduksi protein yang menghasilkan molekul HMW-HA. Tim tersebut secara genetik memodifikasi gen tikus untuk menghasilkan gen hyaluronan synthase 2 (hyaluronan synthase 2 gene) versi tikus mondok telanjang untuk menghasilkan protein yang menghasilkan HMW-HA.

Meskipun semua mamalia memiliki gen hyaluronan synthase 2, versi tikus mondok telanjang tampaknya ditingkatkan untuk mendorong ekspresi gen yang lebih kuat. Para peneliti menemukan bahwa tikus yang memiliki gen versi tikus mondok telanjang memiliki perlindungan lebih baik terhadap tumor spontan dan kanker kulit yang disebabkan oleh bahan kimia.

Tikus juga mengalami peningkatan kesehatan secara keseluruhan dan hidup lebih lama dibandingkan tikus biasa. Ketika tikus dengan gen versi tikus mondok telanjang menua, mereka mengalami lebih sedikit peradangan di berbagai bagian tubuh mereka peradangan menjadi ciri penuaan dan mempertahankan usus yang lebih sehat.

Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui secara pasti mengapa HMW-HA memiliki efek menguntungkan, dan para peneliti yakin hal ini disebabkan oleh kemampuan HMW-HA untuk mengatur sistem kekebalan tubuh secara langsung.

Temuan ini membuka kemungkinan baru untuk mengeksplorasi bagaimana HMW-HA juga dapat digunakan untuk meningkatkan umur dan mengurangi penyakit terkait peradangan pada manusia. "Kami membutuhkan waktu 10 tahun sejak penemuan HMW-HA pada tikus mondok telanjang hingga menunjukkan bahwa HMW-HA meningkatkan kesehatan pada tikus," kata Gorbunova. "Tujuan kami selanjutnya adalah mentransfer manfaat ini kepada manusia," imbuh dia.

Mereka percaya bahwa hal ini dapat dicapai melalui dua cara dengan memperlambat degradasi HMW-HA atau dengan meningkatkan sintesis HMW-HA. "Kami telah mengidentifikasi molekul yang memperlambat degradasi hyaluronan dan sedang mengujinya dalam uji praklinis," kata Seluanov.

"Kami berharap temuan kami akan memberikan contoh pertama, namun bukan yang terakhir, tentang bagaimana adaptasi umur panjang dari spesies berumur panjang dapat diadaptasi untuk memberi manfaat bagi umur panjang dan kesehatan manusia," kata dia. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.