Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menyaksikan Lukisan Purba di Gua Luvat

📅 Sabtu, 26 Agu 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Menyaksikan Lukisan Purba di Gua Luvat Doc: kemenparekraf

Pulau Kei Kecil di Kabupaten Maluku Tenggara (KMT), memiliki formasi tanah berupa karang yang terbentuk karena terangkat dasar laut karena adanya tenaga endogen. Tidak aneh di sini bisa dijumpai fenomena yang biasanya dijumpai di pulau atau pegunungan karst yaitu gua.

Di Desa Letvuan, Kecamatan Hoat Sorbay, misalnya terdapat Gua Hawang, sebuah gua dengan kolam air tawar di bawahnya. Air kolamnya sangat jernih yang menarik pengunjung untuk berenang atau menyelam menikmati kesegarannya.

Sumber airnya dari dalam tanah. Dengan materi batu kapur yang ada membuat gua ini tetap jernih meski untuk bermain air dengan cara apapun. Sedangkan di atasnya terlihat stalaktit runcing yang menjatuhkan rembesan air di atas kolam.

Air kolam gua dipenuhi dengan formasi batu kapur yang unik, serta beragam flora dan fauna bawah laut yang memukau. Hal ini menjadi daya alasan para wisatawan dan juga para penyelam profesional yang yang ingin mengagumi keindahannya.

Bukan hanya indah, Gua Hawang memiliki mitos yang membuat orang semakin penasaran. Dimensi mistis yang berkembang, jika air di dalam gua ini tampak bercahaya, orang yang berani menyelam dan merasakannya akan mendapatkan anugerah kecantikan abadi.

Mitos ini diceritakan secara turun temurun. Karena mitos itu mendorong mereka yang datang mencoba untuk mandi menikmati kejernihannya. Namun terlepas dari mitos yang berkembang Gua Hawang adalah surga tersembunyi di KMT menawarkan pengalaman luar biasa, apalagi gua itu dikelilingi hutan.

Air Gua Hawang berasal dari sungai bawah tanah yang terhubung langsung dengan mata air Evu yang merupakan sumber mata air terbesar di Kepulauan Kei.

Gua lainnya yang ada di KMT adalah Gua Luvat. Berbeda dengan Gua Hawang, gua ini memiliki nilai sejarah karena pernah dihuni manusia purba. Hal ini ditandai dengan adanya lukisan di dinding gua yang masih terpelihara sampai sekarang.

Gua Luvat yang kini menjadi situs sejarah berada di Desa Ohoidertawun Atas, Kecamatan Kei Kecil. Letaknya berada di batuan cadas pada tebing tinggi di tepi pantai. Dinding tebing gua tersebut terbentang sepanjang 100 meter dengan ketinggian 10 meter dan lokasinya sekitar 1 kilometer dari pemukiman masyarakat.

Coretan-coretan gambar atau lukisan yang berada di dinding tebing banyak menggambarkan kehidupan sehari-hari dan kegiatan religi manusia di masa lampau. Terdapat gambar berbentuk manusia, matahari, flora, dan fauna. Ada gambar perahu menunjukkan kehidupan masyarakat pada masa itu telah mengenal alat transportasi khususnya pada transportasi air. Ada juga lukisan cetak tangan.

Lukisan-lukisan itu sepertinya menggambarkan pola hidup dan aktivitas masyarakat saat itu yang berhubungan dengan alam. Sementara para ahli mengaitkan peninggalan ini dengan penyebaran manusia Austronesia sekitar 3.500 tahun lampau. Pasalnya lukisan serupa juga ditemukan di gua-gua di Kalimantan, Sulawesi dan Papua. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.