Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Diminta Tidak Mendekati Kawah Gunung Arjuno Welirang

📅 Jumat, 25 Agu 2023, 22:45 WIB | Oleh:
Warga Diminta Tidak Mendekati Kawah Gunung Arjuno Welirang Doc: ANTARA/Vicki Febrianto
Ket. Foto arsip. Gunung Arjuno Welirang dilihat dari wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

JAKARTA -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta warga untuk tidak mendekati kawah aktif Gunung Arjuno Welirang yang berada pada perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan di Jawa Timur.

"Pada 22 Agustus 2023malam hari teramati ada sinar api diam di puncak Gunung Arjuno Welirang," kata Pelaksana Harian Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Hermansyah dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan pengamatan visual yang dilakukan Badan Geologi pada 1 Januari 2023 sampai 24 Agustus 2023, hembusan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-70 meter dari puncak.

Pemantauan secara instrumental menggunakan seismograf, lanjutnya, menunjukkan kegempaan masih didominasi gempa hembusan dan tektonik dan mulai merekam adanya gempa vulkanik yang intens pada awal Juli 2023, namun jumlah gempa masih belum signifikan.

Hermansyah menuturkan tidak terekam adanya titik panas dari visual citra satelit di Gunung Arjuno Welirang.

Berdasarkan pemantauan secara visual dari pos pemantauan tidak terlihat adanya perubahan, visual asap berwarna putih, meski sesekali terlihat dengan intensitas lebih tebal dari sebelumnya.

Data kegempaan yang terekam di seismograf juga tidak menunjukkan adanya peningkatan kegempaan yang cukup signifikan. Gempa masih berfluktuasi dan masih didominasi oleh gempa hembusan dan tektonik.

Pada puncak gunung tertutupi oleh belerang yang sering ditambang oleh warga sekitar.

"Sinar api yang terlihat pada 22 Agustus 2023 berasal dari kebakaran pada tumpukan belerang tersebut, bukan dari aktivitas magmatis tubuh Gunung Arjuno Welirang," kata Hermansyah.

Badan Geologi menyatakan tingkat aktivitas Gunung Arjuno Welirang tidak mengalami peningkatan dan tetap berada pada level I atau Normal.

Gunung Arjuno Welirang merupakan gunung api strato dengan ketinggian mencapai 3.339 meter. Erupsi terakhir tercatat pada tahun 15 Agustus 1952 selama kurang lebih lima hari dengan skala VEI 2.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.