Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buang Limbah Nuklir ke Laut, Korut Tuding Jepang Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan

📅 Jumat, 25 Agu 2023, 10:55 WIB | Oleh:
Buang Limbah Nuklir ke Laut, Korut Tuding Jepang Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Doc: RT/GI/Tomohiro Ohsumi
Ket. FOTO ARSIP - Jurnalis dan karyawan TEPCO berjalan melewati tangki penyimpanan air radioaktif di PLTN Fukushima Daiichi.

JAKARTA - Korea Utara meminta Jepang untuk segera menghentikan pelepasan air limbah radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima yang rusak ke Samudera Pasifik, menurut pernyataan yang dibagikan kantor berita KCNA, Kamis (24/8).

Tindakan Jepang tersebut sangat mengancam kehidupan, keselamatan, dan masa depan umat manusia," kata Kementerian Luar Negeri Korea Utara di Pyongyang, dikutip RT.

Korea Utara lebih lanjut menuduh Jepang melakukan "kejahatan terhadap kemanusiaan yang tyidak dapat dimaafkan" dan menuntut agar Jepang bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut muncul setelah Jepang mengumumkan pada Kamis bahwa mereka telah memulai pelepasan air radioaktif yang telah diolah dari Fukushima Daiichi ke Samudera Pasifik.PM Jepang Fumio Kishida sebelumnya mengumumkan rencana tersebut mencakup pembuangan sekitar 1,3 juta metrik ton air limbah.

Tokyo menekankan bahwa langkah tersebut telah disetujui oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).Pengawas nuklir PBB menyetujui rencana Jepang bulan lalu, dengan menyatakan bahwa pengujian independen di lokasi telah menunjukkan konsentrasi tritium di dalam air jauh di bawah batas operasional, dan dampak tindakan tersebut terhadap manusia dan lingkungan "dapat diabaikan".

Operator PLTN Fukushima Tokyo Electric Power (TEPCO) juga menerbitkan hasil tes pada Kamis yang mengklaim bahwa air tersebut mengandung hingga 63 becquerel (satu unit radioaktivitas) tritium per liter - jauh di bawah batas air minum WHO yaitu 10.000 becquerel per liter.

Namun demikian, beberapa negara tetangga Jepang belum yakin akan keamanan pembuangan air limbah tersebut.Tiongkok menanggapi tindakan tersebut dengan mengeluarkan larangan menyeluruh terhadap semua produk makanan laut Jepang. Beijing bersikeras bahwa Tokyo belum membuktikan bahwa air yang dibuang aman.

Awal pekan ini, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengeluarkan pernyataan yang menyebut rencana tersebut "sangat egois dan tidak bertanggung jawab".

Tiongkok mendesak Jepang untuk tidak menyebabkan kerugian sekunder terhadap masyarakat lokal dan bahkan masyarakat dunia demi kepentingan egois mereka sendiri.

Pada Kamis, wilayah administratif khusus Tiongkok di Hong Kong dan Makau juga mengumumkan larangan impor makanan laut Jepang dari 10 prefektur.Korea Selatan, yang sudah menerapkan pembatasan, mengatakan tidak akan mencabut pembatasan tersebut meskipun menjamin keamanan dari Jepang.

Aktivis Greenpeace juga menuduh Tokyo "sengaja melakukan pencemaran terhadap Samudera Pasifik" dan bersikeras bahwa menyimpan air adalah tindakan yang lebih baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.