Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uni Eropa Diminta Konsisten Terapkan Kesetaraan Perdagangan Bebas

📅 Kamis, 24 Agu 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Uni Eropa Diminta Konsisten Terapkan Kesetaraan Perdagangan Bebas Doc: ISTIMEWA
Ket. JERRY SAMBUAGA Wakil Menteri Perdagangan RI - Kita selalu menegakkan dan mengadvokasi dan juga percaya dan yakin kesetaraan dan keadilan adalah prinsip yang diletakkan di perdagangan, dan saya harap demikian juga dilakukan oleh Uni Eropa.

JAKARTA - Indonesia meminta Uni Eropa (UE) komitmen dan konsisten menerapkan keadilan dan kesetaraan dalam perdagangan bebas setelah dinamika hubungan perdagangan kedua pihak dalam beberapa waktu terakhir.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga, dalam konferensi pers setelah penyelenggaraan Pertemuan Menteri Ekonomi Asean (AEM) ke-55, di Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini mengatakan Indonesia selalu konsisten dengan kesepakatan yang ada, karena perdagangan bertumpu pada konstelasi global yang harus setara dan objektif.

Hubungan dagang Indonesia dan UE kembali menemui friksi setelah terbitnya Undang-Undang Bebas Produk Deforestasi (EUDR) Uni Eropa yang berampak pada tujuh komoditas ekspor Indonesia.

Menurut Jerry, dalam pertemuan AEM itu, delegasi UE sudah melihat langsung komitmen Indonesia menerapkan keadilan dan kesetaraan dalam perdagangan bebas.

"Kita selalu menegakkan dan mengadvokasi dan juga percaya dan yakin kesetaraan dan keadilan adalah prinsip yang diletakkan di perdagangan, dan saya harap demikian juga dilakukan oleh Uni Eropa," kata Jerry.

Dalam rangkaian pertemuan AEM, para menteri ekonomi Asean, dan menteri dari Timor Leste sebagai observer menggelar pertemuan konsultatif dengan Uni Eropa.

Pertemuan konsultasi Menteri Ekonomi Asean dan Uni Eropa dihadiri 10 menteri perdagangan Asean, dan Timor Leste sebagai observer, wakil dari Komisioner Perdagangan Uni Eropa serta Sekjen Asean.

Pemerintah Indonesia sebelumnya sudah menyampaikan keberatan terhadap kebijakan Uni Eropa yang memberlakukan EUDR. EUDR mengamanatkan uji tuntas ekstensif pada rantai nilai untuk semua operator dan pedagang yang berurusan dengan produk tertentu yang berasal dari ternak, kakao, kopi, kelapa sawit, karet, kedelai, dan kayu. Dalam aturan itu, produk yang ditargetkan masuk Uni Eropa harus bebas deforestasi.

Bagi Indonesia, EUDR akan menghambat ekspor tujuh komoditas Indonesia, yakni ternak, kopi, sawit, biji cokelat, kedelai, kayu, hingga karet. Menurut data Kemenko Perekonomian, kebijakan EUDR dapat berdampak kepada pendapatan 15-17 juta pekebun Indonesia.

Minyak Nabati Global

Menanggapi hal itu, peneliti Ekonomi Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), M. Faisol Amir, mengatakan pemerintah harus melawan langkah Uni Eropa yang menerbitkan Undang-Undang Bebas Produk Deforestasi (EUDR) Uni Eropa, sebab sangat berpengaruh terhadap pasar ekspor nasional.

Menurut dia, upaya negara-negara maju membatasi pasar ekspor negara-negara berkembang, tak luput dari kompetisi memperebutkan pasar minyak nabati global. "Pola seperti ini jauh dari prinsip keadilan dan kesetaraan di perdagangan internasional," tegas Faisol.

Pemerintah, katanya, harus menyiapkan upaya pembelaan, misalnya apa win win solution-nya buat RI jika aturan itu efektif diberlakukan tahun depan. Jika tidak, perekonomian nasional bakal terganggu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.