Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendag Amerika Serikat Akan Kunjungi Tiongkok untuk Redakan Ketegangan

📅 Kamis, 24 Agu 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Mendag Amerika Serikat Akan Kunjungi Tiongkok untuk Redakan Ketegangan Doc: ISTIMEWA
Ket. Hubungan Bilateral Amerika & Tiongkok

BEIJING - Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS), Gina Raimondo, pekan depan, dijadwalkan mengunjungi Tiongkok, menambah sejumlah pejabat AS yang dikirim dalam beberapa bulan terakhir untuk meredakan ketegangan antara ekonomi terbesar dunia.

Dikutip dari France 24, Washington pada Selasa (22/8) mengatakan pihaknya berupaya untuk mengelola hubungan dinginnya dengan Tiongkok dengan lebih baik, karena kedua negara itu berselisih dalam segala hal mulai dari perdagangan hingga hak asasi manusia dan Taiwan.

"Menteri Raimondo menantikan diskusi konstruktif mengenai isu-isu yang berkaitan dengan hubungan komersial AS-Tiongkok, tantangan yang dihadapi oleh dunia usaha AS, dan bidang-bidang yang bisa dijadikan kerja sama," kata Departemen Perdagangan AS dalam sebuah pernyataan.

Dia akan melakukan perjalanan ke Beijing dan Shanghai pada 27-30 Agustus. Beijing mengonfirmasi kunjungan itu, menambahkan bahwa Raimondo diundang oleh rekannya dari Tiongkok, Wang Wentao.

"Kunjungannya akan membangun kesepakatan antara Presiden Xi Jinping dan Biden di Bali tahun lalu untuk memperdalam komunikasi antara AS dan RRT mengenai berbagai masalah," kata Washington.

Hubungan antara Washington dan Beijing telah anjlok ke tingkat terburuk dalam beberapa dekade terakhir, dan pembatasan perdagangan yang dilakukan Washington merupakan salah satu perselisihan yang paling sering terjadi.

Menjaga Keamanan

Washington mengatakan pembatasan sangat penting untuk menjaga keamanan nasional, sementara Beijing melihatnya menghambat peningkatan ekonominya.

Bulan ini, Biden mengeluarkan perintah eksekutif yang bertujuan membatasi investasi AS tertentu di bidang teknologi tinggi yang sensitif di Tiongkok, sebuah tindakan yang dikecam Beijing sebagai tindakan "anti-globalisasi".

Aturan yang telah lama ditunggu-tunggu diharapkan akan diterapkan tahun depan, menargetkan sektor seperti semikonduktor dan kecerdasan buatan.

Menkeu AS, Janet Yellen, telah berusaha meyakinkan para pejabat Tiongkok tentang perkiraan pembatasan itu selama kunjungannya ke Beijing bulan lalu, dan berjanji setiap langkah baru akan diterapkan secara transparan.

Dia menekankan perlunya persaingan ekonomi yang sehat dan komunikasi yang lebih baik serta mendesak kerja sama dalam menghadapi ancaman serius yang ditimbulkan oleh perubahan iklim.

Tetapi, Yellen juga menyampaikan keprihatinan serius atas apa yang dia sebut praktik ekonomi tidak adil oleh Beijing serta masalah seputar perlindungan kekayaan intelektual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

52 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.