Mantan PM Thaksin Kembali ke Thailand Setelah 15 Tahun di Pengasingan

Selasa, 22 Agu 2023, 11:27 WIB

BANGKOK - Mantan perdana menteri Thailand Thaksin Shinawatra kembali ke negaranya pada Selasa (22/8), setelah 15 tahun di pengasingan. Ia tiba di Bangkok beberapa jam sebelum parlemen memilih perdana menteri baru.

Miliarder itu mendarat dengan jet pribadi di bandara Don Mueang Bangkok pada pukul 9 pagi, disambut ratusan pendukung ber-"Kaos Merah" sambil melambai-lambaikan spanduk dan menyanyikan lagu.

Ket. Foto: Pendukung kaos merah Thaksin. — Sumber: cfr.org

Thaksin muncul sebentar dari gedung terminal bandara untuk membungkuk dan memberikan karangan bunga pada potret Raja Maha Vajiralongkorn sebagai tanda penghormatan sebelum melambaikan tangan kepada pendukungnya.

Mantan pemilik Manchester City itu dibawa pergi oleh para pejabat untuk menghadapi kasus kriminal lamanya.

Para anggota parlemen akan melakukan pemungutan suara pada sore hari untuk mengangkat taipan bisnis Srettha Thavisin sebagai perdana menteri Thailand yang baru, pemimpin koalisi yang diketuai partai Pheu Thai, inkarnasi dari gerakan politik Thaksin.

Sebelumnya, sebuah video di Facebook yang diunggah saudara perempuannya Yingluck yang juga digulingkan dari kekuasaan oleh para jenderal Thailand, menunjukkan pria berusia 74 tahun itu berjabat tangan dengan awak pesawat saat menaiki jetnya di Singapura.

"Hari yang kamu tunggu akhirnya datang," tulis Yingluck.

Pendukung Merah

Thaksin kemungkinan besar akan berakhir di sel penjara, satu lagi perubahan dramatis dalam peralihan karirnya yang mencakup dua kemenangan pemilu, kekalahan dalam kudeta, tuduhan criminal, dan pengasingan selama bertahun-tahun.

Thaksin menyatakan siap menghadapi pengadilan untuk kembali ke Tanah Airnya dan melihat cucu-cucunya, meskipun dia telah lama menyatakan bahwa tuduhan pidana terhadapnya bermotif politik.

"Saya ingin meminta izin untuk kembali tinggal di tanah Thailand dan berbagi udara dengan sesama saudara dan saudari saya di Thailand," tulisnya di Twitter, kini menjadi X, pada Senin (21/8).

Di bandara, ratusan pendukung gerakan Kaos Merah yang setia kepada Thaksin berkumpul menyanyikan lagu dan mengibarkan spanduk. Sebagian besar mengenakan warna merah tua seperti biasanya.

"Saya benar-benar Kaos Merah - kapan pun mereka menginginkan dukungan kami, saya akan selalu ada untuk mereka," Karuna Wantang (70), pensiunan birokrat dari Nongkai, di timur laut negara itu, mengatakan kepada AFP.

"Aku tidak menyukainya tapi aku mencintainya."

Thaksin telah dihukum dalam empat kasus pidana tanpa kehadirannya, meskipun undang-undang pembatasan telah berakhir dalam satu kasus.Hukuman penjara terhadapnya total 10 tahun.

Dari bandara, dia akan dibawa ke Mahkamah Agung, dengan surat perintah penjara dan ditahan.

Tidak jelas berapa lama Thaksin akan menjalani hukuman penjara.Rekan-rekannya berharap dia bisa dipindahkan ke tahanan rumah setelah menjalani penahanan singkat, meski tidak ada jaminan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.