Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hari Pertama WFH Balai Kota Lengang

📅 Selasa, 22 Agu 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Hari Pertama WFH Balai Kota Lengang Doc: ANTARA/Reno Esnir
Ket. Hari Pertama I Suasana hari pertama pemberlakuan kebijakan bekerja dari kantor sebanyak 50 persen di ruangan Badan Kepegawaian Daerah Jakarta, Senin (21/8).

JAKARTA - Kebijakan 50 persen pegawai ASN Pemprov Jakarta bekerja dari rumah (WFH) mulai diberlakukan Senin (21/8). Suasana Balai Kota tampak lengang hari pertama WFO.Ruangan-ruangan Balai Kota seperti di Badan Kepegawaian Daerah terlihat sepi. Banyak kursi kosong.

Di sisi lain, beberapa pegawai melakukan rapat secara virtual (zoom meeting). "Hari pertama ikut kebijakan WFH. Kalau di perangkat daerah, aturannya selang-seling. Rapat-rapat dilaksanakan secara virtual. Semuanya ikut," kata salah satu aparatur sipil negara (ASN) Pemprov DKI, Shendy Adam, ditemui di ruangan Badan Kepegawaian Daerah.

Selain itu, salah satu ASN Pemprov DKI Jakarta bernama Koharudin mengatakan tidak ada perubahan jam kerja selama pemberlakuan WFH. Mereka tetap diwajibkan bekerja mulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB. Para ASN juga diminta mengisi kehadiran melalui aplikasi.

"Hari pertama ini saya kebagian masuk," ujar Koharudin. Dia mencontohkan, di kantor ada 20 pegawai, berarti yang masuk 10. Sisanya WFH. Tetapi juga ada ketentuan, apabila ada kerja mendesak atau alasan penting, ASN yang sedang WFH bisa langsung masuk kantor.

Dengan pemberlakuan kebijakan WFH ini, Adam berharap jumlah mobilitas orang yang keluar rumah bisa berkurang. Dengan begitu, jalanan lebih lancar dan polusi udara Jakarta semakin berkurang. Total pegawai lingkunganPemprov DKI Jakarta sekitar 120 ribu. Artinya, dari jumlah itu hanya 60 ribu pegawai yang bekerja di kantor (WFO), sisanya di rumah.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengatakan Pemprov DKI mengawasi ASN yang bekerja dari rumah melalui panggilan video. Pengawasannya gampang. Dia minta atasan para pegawai untuk langsung video call guna menanyakan ada di mana. Kalau di rumah, rumahnya ada di mana?

Heru menyebut WFH tentunya diimbangi dengan memberi pekerjaan yang lebih banyak dari biasanya. Selama uji coba pertama dilakukan dalam tiga bulan selama 21 Agustus sampai 21 Oktober.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

30 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.