Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Pemkab Pamekasan Operasikan Delapan Armada Tangki Air untuk Atasi Kekeringan

📅 Minggu, 20 Agu 2023, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Pemkab Pamekasan Operasikan Delapan Armada Tangki Air untuk Atasi Kekeringan Doc: ANTARA/HO-BPBD Pamekasan
Ket. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan mendistribusikan bantuan air bersih ke desa terdampak kekeringan di Pamekasan.

Pamekasan - Gerak cepat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan di Pulau Madura, Jawa Timur mengoperasikan sebanyak delapan armada tangki air untuk mengatasi kekeringan dan kekurangan air di sejumlah desa di wilayah itu pada musim kemarau saat ini.

"Kedelapan tangki air yang kami operasikan ini untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Rusdiyadi di Pamekasan, Sabtu.

Ia menjelaskan, kedelapan tangki air yang dioperasikan itu terdiri dari empat armada tangki dari BPBD Pemkab Pamekasan, sedangkan empat armada tangki lainnya dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan.

Bencana kekeringan dan kekurangan air bersih di Kabupaten Pamekasan pada kemarau kali ini melanda 72 desa yang tersebar di 321 dusun.

Rusdiyadi menjelaskan, jenis kekeringan yang terjadi di Pamekasan meliputi kekeringan kritis dan kekeringan langka.

Kekeringan kritis terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari. Jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.

Sedangkan yang dimaksud dengan kekeringan langka, jika kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter per orang, per hari. Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat, sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer.

Dari total 72 desa yang mengalami kekeringan sebanyak 47 di antaranya masuk kategori kering langka, sedangkan 25 desa sisanya mengalami kering langka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.