Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Permukaan Laut di Kepulauan Pasifik Naik Lebih Cepat dari Rata-rata Global

📅 Sabtu, 19 Agu 2023, 00:30 WIB | Oleh:
Permukaan Laut di Kepulauan Pasifik Naik Lebih Cepat dari Rata-rata Global Doc: ORLANDO SIERRA / AFP
Ket. Suasana rumah di pantai yang hancur akibat kenaikan permukaan laut di CedeÒo, Kota Marcovia, Departemen Choluteca, di Teluk Fonseca di pesisir selatan Pasifik Honduras, beberapa waktu lalu.

JENEWA - Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organisation (WMO) mengatakan permukaan laut di Pasifik Barat Daya naik lebih cepat dari rata-rata global. Kondisi ini mengancam pulau-pulau dataran rendah, sementara panas merusak ekosistem laut.

Dalam laporan Keadaan Iklim di Pasifik Barat Daya 2022, Jumat (18/8), badan meteorologi PBB itu mengatakan ketinggian air naik sekitar 4 milimeter per tahun di beberapa area, sedikit di atas tingkat rata-rata global.

Dilansir oleh The Straits Times, itu berarti wilayah dataran rendah seperti Tuvalu dan Kepulauan Solomon dari waktu ke waktu dapat menjadi banjir, menghancurkan tanah pertanian dan layak huni dengan penduduk yang tidak dapat pindah ke tempat yang lebih tinggi.

Laporan tersebut menambahkan gelombang panas laut telah terjadi di wilayah yang luas di timur laut Australia dan selatan Papua Nugini selama lebih dari enam bulan, memengaruhi kehidupan laut dan mata pencaharian masyarakat setempat.

Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas, mengatakan El Nino pemanasan suhu permukaan air di Samudra Pasifik bagian timur dan tengah yang terjadi kembali pada tahun 2023, akan sangat mempengaruhi wilayah tersebut.

"Ini akan berdampak besar pada wilayah Pasifik Barat Daya karena sering dikaitkan dengan suhu yang lebih tinggi, pola cuaca yang mengganggu, dan lebih banyak gelombang panas laut serta pemutihan karang," kata Taalas dalam sebuah pernyataan.

Menurut laporan WMO, wilayah tersebut pada 2022, mencatat 35 bencana alam, termasuk banjir dan badai, yang menewaskan lebih dari 700 orang. Bahaya ini secara langsung mempengaruhi lebih dari delapan juta orang.

"Meskipun jumlah peristiwa cuaca bencana yang dilaporkan di wilayah tersebut menurun pada 2022 dibandingkan dengan 2021, skala kerugian ekonomi akibat banjir dan peristiwa cuaca meningkat," kata laporan tersebut.

Kerusakan akibat Banjir

Laporan WMO menunjukkan kerusakan akibat banjir, termasuk di Australia dan Filipina, mencapai 8,5 miliar dollar AS, hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

Sebelumnya seperti dikutip dari Antara, es laut di Antartika terus berkurang sampai mencapai rekor paling rendah tahun ini akibat naiknya suhu global dan tiadanya perbaikan cepat dalam memulihkan kerusakan yang sudah terjadi, kata ilmuwan dalam studi dampak perubahan iklim di benua tersebut.

Tutupan es musim panas minimum di benua itu semakin turun ke level terendah terbaru pada Februari, kata sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Frontiers in Environmental Science pada Selasa.

Tahun lalu, es laut di benua itu turun di bawah dua juta kilometer persegi yang untuk pertama kalinya terjadi sejak pemantauan satelit mulai digunakan pada 1978.

"Butuh waktu puluhan tahun bahkan berabad-abad agar bisa mengembalikannya. Tak ada cara kilat dalam mengganti es ini," kata Caroline Holmes, ilmuwan iklim kutub pada British Antarctic Survey dan salah satu peneliti dalam studi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Mesir Coba Redam Titik Didih Konflik di Afrika

56 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Mesir Coba Redam Titik Didi...

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gila, 350 Rekor Lahir di As...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.