Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apriyani/Siti Fadia Diharap Bersinar

📅 Sabtu, 19 Agu 2023, 07:05 WIB | Oleh:
Apriyani/Siti Fadia Diharap Bersinar Doc: Koran Jakarta/M Fachri
Ket. mengembalikan kok I Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Siti Fadia Silva Ramadhanti mengembalikan kok ke arah ganda putri Jerman Linda Efler dan Isabel Lohau dalam pertandingan babak pertama (32 besar) ­turnamen Indonesia Open 2023 di Istora Senayan, Jakarta, ­beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Ganda putri terbaik Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Ramadhanti akan melakoni debut di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis yang digelar di Denmark 21-27 Agustus. Tahun lalu, Apriyani tak berpartisipasi, sedangkan Siti Fadia masih berpasangan dengan Ribka Sugiarto.

Kepala pelatih ganda putri, Eng Hian menyatakan selama bisa bermain normal, Apriyani/ Siti Fadia diharapkan bisa tampil maksimal.

"Selama bisa bermain normal dan mengeluarkan kemampuan terbaik, Apri/Fadia saya harap bisa melangkah lebih jauh. Semua lawan juga pernah dikalahkannya. Jadi tidak perlu ada yang ditakuti," ujar Eng Hian, Jumat (18/8).

Apriyani/Siti Fadia mengatakan memusatkan fokus untuk mengontrol tekanan dari diri sendiri. Hal tersebut mereka pelajari dari beberapa turnamen terakhir, termasuk Jepang dan Australia Open beberapa waktu lalu.

"Evaluasi dari sisi pikiran dan mental. Kita siapkan pola permainan. Banyak pelajaran kita ambil dari dua turnamen itu, lalu komunikasinya lebih luas lagi. Harapannya semua bisa kita bawa nanti," ujar Apriyani.

Masalahnya lebih ke diri sendiri. Struggle masing-masing berbeda dan tidak bisa disamakan. Apri tidak bisa samakan dengan Fadia, dan sebaliknya. Bagaimana caranya keluar dari (struggle) masing-masing tapi dengan kerja sama. Tidak bisa sendiri-sendiri.

"Kita sudah ngobrol dan harapannya bisa jadi kekuatan," sambungnya.

Ganda putri peringkat 12 dunia itu pun sepakat bahwa kesulitan ini merupakan sebuah fase untuk maju lebih jauh sebagai atlet. Apriyani menambahkan, satu tahun bersama Siti Fadia berlangsung begitu cepat. Masih banyak untuk dilalui bersama-sama di karier profesional.

Untuk target di Kejuaraan Dunia tahun ini, Apriyani/Siti Fadia mengungkapkan pelatih memberikan target medali. Keduanya pun mengatakan akan mempersiapkan diri sebaik mungkin demi mempersembahkan penampilan dan hasil terbaik. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.