Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Gizi Keluarga dengan Pangan Lokal

24 Rabu, 16 Agu 2023, 01:42 WIB | Oleh:
Tingkatkan Gizi Keluarga dengan Pangan Lokal Tingkatkan Gizi Keluarga dengan Pangan Lokal Doc: istimewa

JAKARTA - Keluarga diajak melihat potensi tanaman di sekitar lingkungan tempat tinggal untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan lokal peningkatan gizi keluarga. Kini, begitu pentingnya peningkatan gizi yang dimulai dari sebuah keluarga.

"Pemanfaatan bahan pangan lokal yang bisa diolah menjadi makanan bergizi berguna untuk memenuhi nutrisi ibu hamil, menyusui dan anak di bawah dua tahun," ujar Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rizal Martua Damanik, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (15/8).

Seperti dikutip dari Antara, Rizal mengatakan bahan pangan lokal adalah bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan terdekat, seperti di Kalimantan Selatan saat ia menghadiri acara peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting pada Minggu (13/8).

"Banyak sekali ikan-ikan sungai seperti ikan gabus (di Kalimantan Selatan). Bahan pangan lokal juga bisa diolah sedemikian rupa agar anak-anak menyukainya," kata dia.

Direktur Bina Penggerakan Lini Lapangan BKKBN, I Made Yudhistira Dwipayama, yang hadir dalam acara ini mengingatkan kepada para penyuluh untuk mengawal pengukuran yang sedang dilaksanakan oleh para petugas survei lapangan di masing-masing wilayah kerjanya.

Aksi Nasional

Made mengatakan para penyuluh jangan sampai lupa dengan kegiatan prioritas rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting. "Ingat semua ini, penyediaan data keluarga berisiko stunting, pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan semua calon pengantin atau calon pasangan usia subur, pengawasan keluarga berisiko stunting, serta audit kasus stunting," ucap Made.

Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo sebelumnya menyatakan buku Menu Bergizi Dashat Nusantara harus mempunyai roh untuk menghidupkan pangan lokal.

"Dengan buku ini, kita harus punya roh dan energi yang kuat, kita pilah produk lokal, kita pilah makanan nusantara, kita tolak makanan asing yang tidak penting, kalau kita punya kekuatan dan ideologi itu, maka (buku) ini akan menggelegar," katanya.

BKKBN bekerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) meluncurkan buku Menu Bergizi Dashat Nusantara yang memuat informasi berupa pemanfaatan bahan pangan lokal yang diolah menjadi makanan bergizi guna memenuhi nutrisi ibu hamil, menyusui, dan anak di bawah dua tahun (baduta).

Ia mengatakan buku yang dibuat atas hasil riset yang dilakukan dengan material yang ada di BKKBN ini diharapkan bisa memberikan roh dan energi yang bermanfaat agar masyarakat bisa mengubah mindset tentang makanan bergizi.

"Setelah kita punya buku yang bagus ini, bagaimana kita bisa mengubah mindset masyarakat Indonesia, kita bilang bahwa makanan Anda tidak benar, makanan Anda itu mahal tetapi tidak benar, yang benar itu misalnya, daun kelor itu hebat," katanya.

Ia menegaskan inovasi buku saja tanpa diikuti dengan energi dan reformasi untuk mengubah pola pikir masyarakat, maka akan sia-sia belaka.

"Energi atau roh di balik buku harus ada, yang bersifat ideologis. Jadi, kita bela betul untuk mengimplementasikan menu nusantara. Kita punya nation state, bahwa kita punya gizi yang cukup, punya sumber yang cukup, dan kita bisa," katanya.

Untuk itu, dia mengajak kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembuatan buku Menu Bergizi Dashat Nusantara untuk menuangkan energi dan membuat revolusi khusus tentang gizi dan pangan demi melepaskan ketergantungan masyarakat dari produk mi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.