Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Impor Migas Melonjak 40,49% pada Juli 2023

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 01:50 WIB | Oleh:
Impor Migas Melonjak 40,49% pada Juli 2023 Doc: istimewa

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Juli 2023 mencapai 19,57 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau naik 14,10 persen dibandingkan Juni 2023. Kenaikan itu karena impor minyak dan gas (migas) melonjak 909,9 juta dollar AS atau naik 40,94 persen dibandingkan bulan Juni dan nonmigas 1,50 miliar dollar AS atau naik 10,10 persen dibandingkan bulan Juni 2023.

Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (15/8), mengatakan peningkatan impor migas disebabkan oleh bertambahnya impor minyak mentah 560,5 juta dollar AS dan hasil minyak 417,8 juta dollar AS, sedangkan impor gas turun 68,4 juta dollar AS.

Kendati melonjak pada bulan ini, namun impor tahun berjalan periode Januari- Juli 2023 tercatat turun 9,23 miliar dollar AS karena berkurangnya impor migas 4,14 miliar dollar AS dan nonmigas 5,08 miliar dollar AS.

"Sementara nilai impor nonmigas Indonesia Juli 2023 mencapai 16,43 miliar dollar AS atau naik 1,50 miliar dolar AS (10,10 persen) dibandingkan bulan sebelumnya," kata Amalia.

Lebih lanjut, Amalia mengatakan dari perkembangannya terhadap Juni 2023, peningkatan terbesar oleh golongan mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya senilai 341,6 juta dollar AS atau 17,33 persen, diikuti oleh mesin/ peralatan mekanis dan bagiannya sebesar 335,3 juta dollar AS atau 12,99 persen.

Kemudian kapal, perahu dan struktur terapung 243,6 juta dollar AS atau 338,15 persen, kendaraan dan bagiannya 109,1 juta dollar AS atau naik 13,25 persen, serta plastik dan barang dari plastik 83,8 juta dollar AS atau 11,29 persen.

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Juli 2023 adalah Tiongkok 35,53 miliar dollar AS atau 32,74 persen, disusul Jepang 9,64 miliar dollar AS atau 8,89 persen dan Thailand 6,15 miliar dollar AS atau 5,68 persen.

Sementara itu, berdasarkan golongan penggunaan barang, nilai impor Januari-Juli 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya maka golongan barang modal dan barang konsumsi mengalami peningkatan masing-masing senilai 2,87 miliar dollar AS atau 14,71 persen dan 709,8 juta dollar AS atau 6,36 persen. Sedangkan golongan bahan baku/penolong justru turun 12,82 miliar dollar AS atau turun 12 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.