Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO Klasifikasikan EG.5 sebagai Varian Covid-19 yang Diwaspadai

📅 Jumat, 11 Agu 2023, 00:02 WIB | Oleh:
WHO Klasifikasikan EG.5 sebagai Varian Covid-19 yang Diwaspadai Doc: FABRICE COFFRINI/AFP
Ket. Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO), Rabu (9/8), mengklasifikasikan jenis virus korona EG.5 yang beredar di Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai "varian yang diwaspadai", tetapi tampaknya tidak menimbulkan lebih banyak ancaman bagi kesehatan masyarakat daripada varian lain.

Dikutip dari The Straits Times, EG.5 menyebar cepat, yang paling umum di AS dengan perkiraan lebih dari 17 persen kasus, berada di belakang peningkatan virus di seluruh negeri dan terdeteksi di Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Kanada.

"Secara kolektif, bukti yang tersedia tidak menunjukkan EG.5 memiliki risiko kesehatan masyarakat relatif terhadap garis keturunan Omicron lainnya yang beredar saat ini," kata WHO dalam evaluasi risiko.

Menurut WHO, diperlukan evaluasi risiko lebih komprehensif yang ditimbulkan oleh EG.5, juga dikenal sebagai Eris.

Covid-19 telah membunuh lebih dari 6,9 juta orang secara global, dengan lebih dari 768 juta kasus terkonfirmasi sejak virus tersebut muncul. WHO menyatakan wabah tersebut sebagai pandemi pada Maret 2020 dan mengakhiri status darurat global untuk Covid-19 pada Mei 2023.

Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove, mengatakan EG.5 memiliki peningkatan penularan, tetapi tidak lebih parah dari varian Omicron lainnya. "Kami tidak mendeteksi perubahan keparahan EG.5 dibandingkan dengan sub-lineage Omicron lainnya yang telah beredar sejak akhir 2021," katanya.

Dilaporkan Rawat Inap

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan banyak negara tidak melaporkan data Covid-19 ke badan global tersebut. "Hanya 11 persen yang melaporkan rawat inap dan masuk unit perawatan intensif terkait dengan virus tersebut," katanya.

Sebagai tanggapan, WHO mengeluarkan serangkaian rekomendasi tetap untuk Covid-19, yang mendesak negara-negara untuk terus melaporkan data Covid-19, khususnya data kematian dan morbiditas, dan terus menawarkan vaksinasi.

Van Kerkhove mengatakan tidak adanya data dari banyak negara menghambat upaya untuk melawan virus. "Sekitar setahun yang lalu, kami berada dalam situasi yang jauh lebih baik untuk mengantisipasi atau bertindak atau menjadi lebih gesit," katanya.

"Dan sekarang, keterlambatan dalam kemampuan kita untuk melakukan itu semakin bertambah, dan kemampuan kami untuk melakukan ini menurun".

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centres for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan varian yang saat ini menyebar di negara tersebut, seperti EG.5, tidak mewakili perubahan besar dan vaksin yang diperbarui pada September akan memberikan perlindungan.

"Saat ini, apa yang kami lihat dengan perubahan pada virus, mereka masih rentan terhadap vaksin kami, mereka masih rentan terhadap obat-obatan kami, mereka masih terdeteksi oleh tes," kata Direktur CDC, Mandy Cohen di sebuah wawancara di podcast In The Bubble.

"Kami melihat perubahan kecil yang saya sebut subtipe dari apa yang telah kami lihat sebelumnya".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.