Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sawah Kekeringan Mulai Dipetakan

📅 Sabtu, 05 Agu 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sawah Kekeringan Mulai Dipetakan Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Areal persawahan di Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengalami kekeringan.

BEKASI - Untuk mengantisipasi dampak kekeringan dari El Nino, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mulai memetakan lahan pertanian yang mengalami kekeringan. Tujuannya untuk meminimalisasi kerugian para petani.

Subkoordinator Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo,di Cikarang, Jumat (4/8),mengatakan pemetaan didahului dengan rapat koordinasi instansi terkait.

Mereka adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat,Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan(BBBPOPT) Kementerian Pertanian, serta para penyuluh pertanian.

"Sesuai dengan instruksi Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, kita telah melakukan rapat koordinasi antar-instansi terkait guna menentukan langkah selanjutnya atas El Nino. Ini terutama berkaitan dampak yang dirasakan petani," katanya.

Berdasarkan laporan tim lapangan sampai dengan Jumat, sejumlah wilayah pertanian Bekasi sudah mulai kekeringan dampak El Nino. Lahan pertanian seluas satu hektare berstatus lahan persemaian di Kecamatan Tambelang sudah kering, sedangkan 17 hektare lahan pertanaman di kecamatan itu juga mengalami kondisi serupa.

"Penyebabnya fungsi air di saluran sekunder Bulakmangga dan Pisang Batu turun. Aliran air tidak optimal mengalir karena sedimentasi," katanya.

Dia menindaklanjuti temuan lapangan melalui pompanisasi saluran sekunder ke areal persawahan dengan menyiapkan dua pompa ukuran tiga inci.

"Kami melakukan kerja bakti di saluran tersier sepanjang satu kilometer. Untuk jangka panjang, kami melakukan normalisasi saluran sekunder Bulakmangga dan Pisang batu," katanya.

Wilayah lain, Kecamatan Tarumajaya, juga mengalami kondisi serupa. Hanya, kekeringan areal persawahan di lokasi ini lebih disebabkan saluran air tidak mengalir karena tersumbat sampah.

"Kalau di Tarumajaya karena saluran tersumbat sampah dari Kali Bekasi. Penanganan di Tarumajaya sendiri akan dilakukan dengan membersihkan sampah kali agar aliran air bisa lancar kembali. BMKG menyatakan Indonesia sedang mengalami musim kemarau ekstrem dipicu El Nino.

Beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami curah hujan sangat rendah mencakup sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. BMKG juga memprediksi puncak El Nino yang diperkirakan Agustus-September, akan terus dirasa pengaruhnya hingga Desember tahun ini.

Oleh karena itu, kewaspadaan harus tetap dijaga dan langkah-langkah mitigasi perlu dilakukan. Selain berkurang curah hujan, El Nino juga membawa dampak lain, seperti perbedaan suhu siang dan malam hari yang ekstrem, terutama di dataran tinggi.

Masyarakat di lingkungan perkotaan juga perlu mewaspadai suhu tinggi yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.