Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI-Jepang Jajaki Kerja Sama Pengolahan Hasil Perikanan

📅 Rabu, 02 Agu 2023, 09:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI-Jepang Jajaki Kerja Sama Pengolahan Hasil Perikanan Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menjajaki potensi kerja sama bidang pengolahan hasil perikanan dengan Jepang usai melakukan kunjungan ke perusahaan perikanan terbesar di Jepang yakni Marusen Suisan. Teten menjelaskan produksi perikanan tangkap di Indonesia khususnya perikanan laut tumbuh 2,23 persen dan perairan umum darat 2,71 persen pada 2020.

"Kita menjajaki kemungkinan kolaborasi teknologi untuk meningkatkan kualitas dan keragaman produk olahan seafood, seperti saus untuk campuran seafood dan asinan ikan," kata MenKopUKM Teten Masduki dalam keterangan di Jakarta, Selasa (1/8).

Perdagangan bilateral untuk produk perikanan Indonesia diperkirakan memiliki nilai ekspor sebesar 6,24 miliar dolar AS dengan volume sebesar 1,22 juta ton pada 2022. Jepang pun dinilainya merupakan salah satu negara tujuan utama ekspor perikanan Indonesia dengan total ekspor sebesar 1.431,5 ton.

"Kemitraan ini dapat menghasilkan keuntungan bersama, memanfaatkan keahlian masing-masing untuk menciptakan produk yang inovatif dan ramah pasar," sebutnya.

Lebih lanjut, Teten mengatakan tujuan kunjungan kerjanya tersebut juga untuk memperluas jaringan informasi perdagangan bagi komoditas perikanan.

Menurutnya, berbagi wawasan pasar dan data perdagangan dapat meningkatkan pemahaman Indonesia tentang preferensi konsumen dan pola permintaan yang mengarah pada keputusan perdagangan yang lebih strategis dan potensi pertumbuhan di sektor perikanan.

Selain berkunjung ke Marusen Suisan, MenKopUKM juga mendatangi Nagasaka Unagi Farm yang merupakan salah satu peternakan sidat terbesar di Jepang. Sidat merupakan ikan seperti belut yang panjangnya berkisar 80-125 cm.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.