Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa UNY Bantu Penyandang 'Anxiety Disorder' dengan Aplikasi Calmy

📅 Selasa, 01 Agu 2023, 16:19 WIB | Oleh:
Mahasiswa UNY Bantu Penyandang 'Anxiety Disorder' dengan Aplikasi Calmy Doc: Istimewa
Ket. Mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik UNY mengembangkan platform yang mampu mengedukasi mahasiswa mengenai gangguan kesehatan mental anxiety disorder.

YOGYAKARTA - Anxiety disorder adalahgangguan mental yang menyebabkan rasa cemas dan takut berlebih. Gangguan kesehatan mental anxiety disorder menghambat proses belajar, sehingga membuat prestasi akademik menurun. Namun penyakit ini belum banyak dipahami oleh masyarakat.

Oleh karenanya mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengembangkan platform yang mampu mengedukasi mahasiswa mengenai gangguan kesehatan mental anxiety disorder.

Menurut siaran persnya, platform Calmy dikembangkan dengan fitur unggulan berupa Voice Chatbot yang terintegrasi dengan artificial intelligence sebagai teman cerita pengguna dan sebagai talk therapy. Mereka adalah Ima Nur Chasanah, Junnatunnisa, dan Dicky Khurniawan.

Menurut Ima Nur Chasanah, aplikasi ini diharapkan tidak hanya menjadi platform yang mampu memberikan edukasi, tetapi juga membantu mencegah sekaligus mengatasi gejala yang dialami penderita anxiety disorder.

"Dari hasil penelitian yang dilakukan banyak mahasiswa Indonesia masih kurang edukasi dan kesadaran akan anxiety disorder," kata Ima, Selasa (1/8). Oleh karenanya mereka mengembangkan platform yang diberi nama Calmy.

Junnatunnisa menambahkan, voice chatbot dikembangkan dengan menggunakan Natural Language Processing (NLP) sebagai salah satu disiplin ilmu dalam artificial intelligence yang memungkinkan adanya interaksi antara mesin ke mesin ataupun interaksi antara manusia ke mesin dengan menggunakan bahasa natural atau bahasa alami manusia.

"NLP bekerja dengan memahami bahasa manusia untuk diproses dan menghasilkan respons sesuai dengan konteks," ujarnya.

Voice chatbot dilatih untuk berinteraksi dengan pengguna selayaknya manusia untuk menjadi teman bercerita sekaligus talk therapy sebagai upaya pencegahan sekaligus penanganan gejala anxiety disorder karena merupakan salah satu penanganan non obat terbaik untuk anxiety disorder.

Selain itu, Calmy dilengkapi dengan fitur pendukung seperti Lessons, Exercises, Challenges, Self-care, Consultation, Daily journal, Weekly Statistics, dan Anxiety Disorder Test. Calmy juga menyediakan fitur SOS yang dapat membantu pengguna dalam keadaan darurat.

Dicky Khurniawan menjelaskan fitur utama yang ada pada Calmy adalah voice chatbot. "Pada fitur ini, pengguna akan diberikan pengalaman berbeda dengan cara chatting bersama bot yang bisa menjadi teman bercerita pengguna. User dapat mengirimkan pesan berupa teks maupun dengan suara." kata Dicky.

Lessons merupakan fitur yang berisi beragam materi atau informasi lengkap seputar gangguan kesehatan mental anxiety disorder. Pada bagian ini, pengguna akan disuguhkan dengan materi yang dilengkapi ilustrasi mulai dari pengertian, penyebab, gejala, cara mengatasi, dan sebagainya.

Pengguna dapat mengatur ukuran teks menyesuaikan kenyamanan ukuran baca pengguna. Sedangkan fitur exercises merupakan fitur yang menyediakan beragam rekomendasi pilihan kegiatan positif yang dapat membantu pengguna untuk menjaga kesehatan mental.

Kegiatan yang disediakan juga dapat membantu pengguna untuk membangun kebiasaan baik yang tidak hanya dapat mencegah, tetapi juga meringankan gejala yang dialami oleh penderita anxiety disorder. Juga ada fitur Anxiety Disorder Test yang disediakan untuk mengukur tingkat kecemasan yang dialami pengguna.

Fitur ini menyediakan beberapa pertanyaan yang bisa dijawab oleh pengguna sesuai kondisinya masing-masing. Dari jawaban tersebut, akan muncul hasil tes yang merupakan tingkat kecemasan pengguna dan rekomendasi yang harus dilakukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.