Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta Myanmar Perpanjang Status Darurat, Tunda Pemilu yang Dijanjikan

📅 Selasa, 01 Agu 2023, 11:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Junta Myanmar Perpanjang Status Darurat, Tunda Pemilu yang Dijanjikan Doc: CNA/REUTERS/Stringer
Ket. Tentara Myanmar berdiri di dekat kendaraan militer ketika rakyat melakukan aksi protes menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, pada 25 Februari 2021.

YANGON -Junta Myanmar memperpanjang status keadaan darurat selama enam bulan pada Senin (31/7), menunda pemilu yang telah dijanjikan saat militer mengambil alih kekuasaan dari pemerintah sipil.

Myanmar telah dilanda kekerasan sejak kudeta menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi lebih dari dua tahun lalu. Militer melancarkan penumpasan berdarah terhadap mereka yang berbeda pendapat yang telah memicu pertempuran di seluruh wilayah negara itu.

Kepala Junta Min Aung Hlaing mengakui sebagian besar negara tidak berada di bawah kendali militer penuh, menurut media pemerintah.

Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional (NDSC) yang ditunjuk junta setuju untuk memperpanjang keadaan darurat yang diumumkan ketika para jenderal menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi.

"Masa darurat akan diperpanjang enam bulan lagi mulai 1 Agustus," kata media pemerintah mengutip Penjabat Presiden Myint Swe.

Undang-undang dasar 2008 rancangan militer Myanmar, yang menurut junta masih berlaku, mewajibkan pihak berwenang mengadakan pemilu baru dalam waktu enam bulan sejak status darurat dicabut.

Junta sebelumnya menjanjikan pemungutan suara baru pada Agustus tahun ini.

Min Aung Hlaing mengatakan pertempuran berlanjut di wilayah Sagaing, Magway, Bago dan Tanintharyi serta negara bagian Karen, Kayah dan Chin.

"Kami perlu waktu untuk melanjutkan tugas kami untuk persiapan sistematis karena kami tidak boleh mengadakan pemilihan yang akan datang dengan tergesa-gesa," katanya dalam pertemuan tersebut, menurut MRTV.

Mimpi Buruk tanpa Akhir

Tentara telah berkuasa di Myanmar selama beberapa dekade setelah kemerdekaan dari Inggris pada 1948, dan mendominasi ekonomi dan politik negara itu bahkan sebelum kudeta.

Myanmar terperosok dalam pertempuran dan serangan bom setiap minggu, ribuan warga sipil terjebak dalam kondisi kekerasan itu.

Satu orang tewas dan sekitar 12 lainnya luka-luka dalam ledakan di dekat pos pemeriksaan di tenggara, menurut seorang pejabat.

"Mimpi buruk bagi rakyat Myanmar tidak pernah berakhir adalah satu hal yang harus diambil oleh pengamat dari pengumuman junta SAC terbaru ini," kata Phil Robertson, wakil direktur Human Rights Watch Asia, kepada AFP, menggunakan singkatan nama resmi junta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.