Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Kelaparan, PBB: Belum Ada Tawaran Rusia Soal Biji-bijian Gratis

📅 Minggu, 30 Jul 2023, 00:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Kelaparan, PBB: Belum Ada Tawaran Rusia Soal Biji-bijian Gratis Doc: ANTARA/Xinhua/Mohammed Mohammed
Ket. Ilustrasi - Petugas menyusun tumpukan makanan yang diperolehnya dari sebuah kegiatan amal dan untuk dibagikan kepada warga di Distrik Midi, Provinsi Hajjah, Yaman (7/3/2022).

New York - Antisipasi kelaparan, Program Pangan Dunia PBB (WFP) pada Jumat (28/7) mengatakan bahwa belum ada tawaran dari Rusia untuk memberikan biji-bijian secara gratis kepada organisasi tersebut sejak mundurnya Moskow dari kesepakatan ekspor pangan Laut Hitam.

"Kami belum diajak bicara," kata Wakil Direktur Eksekutif WFP Carl Skau kepada wartawan di markas besar PBB di New York.

Sebelumnya pada Kamis (27/7), Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa Moskow akan memasok biji-bijian secara gratis ke enam negara Afrika dalam tiga sampai empat bulan ke depan.

Di bawah Inisiatif Laut Hitam, WFP telah mengirimkan lebih dari 725.000 ton biji-bijian untuk mengurangi kelaparan di beberapa wilayah paling miskin di dunia, termasuk Afghanistan, Tanduk Afrika, dan Yaman.

"Tentu saja, berakhirnya kesepakatan Inisiatif Laut Hitam sangat disesalkan," kata Skau.

"Ini adalah soal bagaimana kita dapat memastikan kebutuhan pangan jutaan orang terpenuhi. Dunia membutuhkan akses tanpa hambatan ke pasokan makanan utama ... Mereka yang lapar tidak bisa menunggu untuk pembicaraan atau upaya-upaya diplomatik," tambahnya.

WFP mendapatkan 50 persen dari pembelian biji-bijian tahun lalu dari Ukraina dan 80 persen dari pembelian gandum pada 2023.

"Kami harus mencari di tempat lain, yang kemungkinan bisa lebih mahal," katanya.

WFP mengatakan kebutuhan pangan sangat mendesak mengingat masih ada 345 juta orang di dunia mengalami kerawanan pangan.

Kesepakatan biji-bijian Laut Hitam, yang ditandatangani Rusia, Ukraina, Turki, dan PBB, bertujuan melanjutkan ekspor dari tiga pelabuhan Ukraina dengan aman sejak perang Rusia dimulai pada Februari 2022.

Perjanjian itu dapat membantu mengendalikan harga pangan dunia dan meredakan krisis pangan global dengan memulihkan aliran ekspor gandum, minyak bunga matahari, pupuk, dan produk bijian-bijian lain dari Ukraina - salah satu pengekspor biji-bijian terbesar di dunia.

Namun, Moskow menolak untuk memperpanjang perjanjian itu setelah 17 Juli, dengan mengatakan bahwa beberapa bagian yang terkait dengan permintaan Moskow dalam kesepakatan itu belum dipenuhi.

Moskow meminta agar berbagai hambatan bagi ekspor pupuk Rusia dihilangkan dan bank pertanian mereka dipulihkan ke sistem transaksi keuangan global SWIFT.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.