Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SPMT Perkuat Layanan Kepelabuhan di Terminal Jamrud Mirah

📅 Jumat, 28 Jul 2023, 17:17 WIB | Oleh:
SPMT Perkuat Layanan Kepelabuhan di Terminal Jamrud Mirah Doc: Istimewa.
Ket. Branch Terminal Jamrud Nilam Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal.

JAKARTA - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), sebagai Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menginisiasi Transformasi dan Standarisasi Operasi berbasis planning dan control untuk meningkatkan kualitas layanan di SPMT Branch Terminal Jamrud Nilam Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

"Proses Transformasi & Standarisasi Operasional di SPMT Branch Terminal Jamrud Nilam Milah merupakan salah satu inisiatif strategis Pelindo Group ini berpegang pada 6 pilar transformasi kepelabuhanan yaitu Proses Bisnis, Teknologi, Peralatan, SDM, Infrastruktur, dan HSSE," kata SVP Sekretariat Perusahaan SPMT, Fiona Sari Utami dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/7).

Ia juga menerangkan, proses transformasi di pilar Proses Bisnis mengimplementasikan operasional berbasis planning & control, sedangkan pilar Teknologi mengimplementasikan Pelindo Terminal Operating System-Multipurpose (PTOS-M).

Menurut Fiona transformasi di pilar Peralatan sendiri menitikberatkan pada peningkatan utilisasi dan ketersediaan alat b/m termasuk sertifikasi alat layak operasi. Sementara untuk transformasi di pilar SDM menekankan pada Training Planning & Control, Sertifikasi Operator.

"Untuk transformasi di pilar Infrastruktur penekanannya pada pembangunan Integrated Planing & Control Room, dan transformasi di pilar Safety menitikberatkan pada pemasangan marka jalur, sertifikasi safety, serta peningkatan awareness k3 di lingkungan kerja," katanya.

Diungkapkan Fiona, Transformasi SPMT Branch Terminal Jamrud Nilam Mirah pada prosesnya memberikan dampak positif kepada layanan operasional yang diberikan. Salah satunya adalah adanya peningkatan positif pada waktu sandar hingga produktivitas.

Pada Januari 2023, tambahnya, kegiatan bongkar curah kering komoditi PKE dengan jumlah tonase 1789 ton mencatat angka port stay 2,2 hari, sementara setelah transformasi pada bulan Mei 2023 kegiatan bongkar curah kering komoditi PKE dengan jumlah tonase yang lebih besar yaitu 1898 ton, angka Port Stay mampu diminimalisir menjadi 1,13 hari.

"Serta mengalami peningkatan produktivitas bongkar per hari yaitu pada Januari 2023 mencapai 596 T/S/D meningkat hingga 182% menjadi 1682 T/S/D setelah transformasi pada bulan Mei 2023. Transformasi SPMT Branch Terminal Jamrud Nilam Mirah merupakan sebuah upaya untuk menghadirkan layanan operasional yang lebih baik dan memuaskan pengguna jasa," kata Fiona.

Hal ini diamini oleh Bram Warsito dari PT Berlian Jasa Maritim, sekaligus Ketua Paguyuban Dinas Luar Tanjung Perak Surabaya. Menurutnya, dengan adanya transformasi ini memberikan kemudahan kepada pengguna jasa.

"Saat ini pelayanan dokumen dapat dilakukan 24 jam yang tentu membantu kami. Tak hanya itu, adanya Manager on Duty juga menjadikan pelayanan di Jamrud Nilam Mirah lebih maksimal, karena kami menjadi lebih tenang apabila membutuhkan bantuan kapan pun di lapangan," tuturnya.

Hal yang juga dirasakan oleh Doni dari PT Sinma Line, yang mengungkapkan bahwa adanya planner dan barcode membuat proses trucking menjadi semakin lancar. Muhammad Arif dari Sunan Group juga mengapresiasi ketersediaan fasilitas yang memadai di area pelabuhan.

"Penerangan yang baik dan adanya toilet yang bersih serta musholla hingga shelter membuat pengguna jasa seperti kami menjadi lebih nyaman dan tenang saat bekerja di lapangan," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

31 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.