Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Jajaki Opsi Distribusikan Ekspor Biji-bijian

📅 Kamis, 20 Jul 2023, 00:12 WIB | Oleh:
PBB Jajaki Opsi Distribusikan Ekspor Biji-bijian Doc: OLEKSANDR GIMANOV/AFP
Ket. Kapal sewaan PBB MV Valsamitis untuk mengirimkan 25.000 ton gandum Ukraina ke Kenya dan Ethiopia.

NEW YORK - Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) pada Selasa (17/7) mengatakan bahwa muncul sejumlah opsi untuk membantu pengiriman biji-bijian dan pupuk Ukraina dan Russia ke pasar global setelah Moskwa keluar dari Kesepakatan Laut Hitam yang memungkinkan ekspor biji-bijian Ukraina secara berlangsung dengan aman.

Kesepakatan Laut Hitam dibuat atas prakarsa PBB dan Turki pada Juli tahun lalu dengan maksud untuk memerangi krisis pangan global yang diperburuk oleh invasi Russia ke Ukraina pada Februari 2022. Ukraina dan Russia adalah di antara negara-negara pengekspor biji-bijian utama dunia.

Penarikan Russia dari kesepakatan pada Senin (17/7), termasuk mencabut jaminan untuk akses navigasi yang aman, juga mengakhiri pakta antara PBB dan Moskwa di mana pejabat PBB setuju untuk membantu ekspor makanan dan pupuk Russia mencapai pasar dunia.

Namun, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan akan terus mengeksplorasi semua opsi yang memungkinkan untuk memastikan bahwa biji-bijian Ukraina, biji-bijian dan pupuk Russia, ada di pasar global.

"Ada sejumlah ide yang dilontarkan," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, kepada wartawan, tanpa memberikan perincian.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, mengatakan bahwa alternatif untuk kesepakatan biji-bijian Laut Hitam harus ditemukan dan saat ini telah berlangsung diskusi yang sangat intens.

Uni Eropa (UE) pada Selasa (18/7) lalu mengatakan bahwa pihaknya sedang berusaha untuk mengangkut lebih banyak biji-bijian Ukraina melalui jalan darat dan kereta.

"Ekspor Ukraina melalui Eropa tidak akan dapat mengkompensasi absennya pengiriman dari pelabuhan Ukraina di Laut Hitam," kata Menlu Kuleba seraya mengatakan bahwa fokus untuk menghidupkan kembali pengiriman Laut Hitam adalah dengan melanjutkan dalam kerangka yang sudah ada atau membuat model baru.

"Masalahnya, tentu saja, adalah apa yang akan terjadi jika Russia memutuskan untuk menyerang kapal yang membawa biji-bijian," ujar Kuleba.

"Kami harus mengambil risiko dan kami harus menunjukkan bahwa kami dapat melanjutkan tanpa Russia," imbuh dia kepada pada wartawan saat berkunjung ke PBB.

Serang Pelabuhan

Sementara itu dilaporkan bahwa Russia telah menyerang pelabuhan Ukraina pada Selasa, sehari setelah keluarnya Moskwa dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam.

Kremlin memperingatkan bahwa upaya untuk mengirimkan biji-bijian dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina tanpa jaminan keamanan dari Russia, akan membawa risiko karena Moskwa mengklaim Ukraina telah menyalahgunakan perairan itu untuk kegiatan militer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.