Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mampu Menghasilkan Output 2 Kilowatt

📅 Kamis, 20 Jul 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Mampu Menghasilkan Output 2 Kilowatt Doc: Valentin BONTEMPS / AFP

Produksi hidrogen melalui proses fotosintesis buatan juga dilakukan oleh para peneliti dari Swiss. Mereka berhasil membuat percobaan laboratorium yang menjanjikan dan menskalakannya menjadi contoh nyata produksi hidrogen dengan energi matahari untuk menghasilkan energi hijau.

Sistem yang dikembangkan memecahkan plafon 1 kilowatt yang didambakan untuk produksi hidrogen hijau, dan menawarkan peluang komersialisasi baru. Pengubah energi matahari menjadi bahan bakar yang efisien ini berfungsi sebagai sistem fotosintesis buatan yang efisien.

Studi yang dilakukan oleh Institut Teknologi Federal Swiss (EPFL) yang diterbitkan diNature Energytersebut, mampu menghasilkan produk sampingan oksigen dan panas yang bermanfaat.

"Ini adalah demonstrasi tingkat sistem pertama dari pembangkit hidrogen matahari," kata Kepala Laboratorium Sains dan Teknik Energi Terbarukan di School of Engineering di EPFL, Sophia Haussener, dikutip lamanPopular Mechanics. "Tidak seperti demonstrasi skala laboratorium pada umumnya, ini mencakup semua perangkat dan komponen tambahan, jadi ini memberi kami gambaran yang lebih baik tentang efisiensi energi yang dapat Anda harapkan setelah mempertimbangkan sistem secara lengkap, dan bukan hanya perangkat itu sendiri," ungkap dia.

Untuk mewujudkan itu semua, sebuah sistem yang terlihat seperti parabola telah direkayasa untuk bertindak seperti pohon. Piringan berdiameter 23 kaki memusatkan kekuatan radiasi matahari hampir 1.000 kali. Saat air dialirkan ke dalam sistem, reaktor yang terhubung menggunakan sel fotoelektrokimia yang ditenagai oleh radiasi matahari terkonsentrasi untuk membagi molekul air menjadi hidrogen dan oksigen.

Prosesnya dijuluki fotosintesis buatan juga menghasilkan panas, yang dapat bergerak melalui penukar panas untuk mencapai keadaan akhir yang berguna. Semuanya berjalan tanpa menciptakan karbon dioksida, menjadikannya contoh produksi hidrogen hijau yang dapat diskalakan.

"Dengan daya keluaran lebih dari 2 kilowatt, kami telah memecahkan plafon 1 kilowatt untuk reaktor percontohan kami sambil mempertahankan efisiensi tertinggi untuk skala besar ini," kata Haussener. "Tingkat produksi hidrogen yang dicapai dalam pekerjaan ini merupakan langkah yang sangat menggembirakan menuju realisasi komersial dari teknologi ini," imbuh dia.

Dari hasil utama dari fotosintesis buatan adalah hidrogen dan panas, oksigen yang dihasilkan sebagai "produk limbah" yang berguna.

"Dengan demonstrasi percontohan di EPFL, kami telah mencapai tonggak penting dengan menunjukkan efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kepadatan daya keluaran tinggi," kata Saurabh Tembhurne, salah satu pendiri dan CEO SoHHytech. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.