Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TransJakarta Ajak Dua Lembaga Libatkan Penumpang Kurangi Emisi Karbon

📅 Rabu, 19 Jul 2023, 22:53 WIB | Oleh:
TransJakarta Ajak Dua Lembaga Libatkan Penumpang Kurangi Emisi Karbon Doc: ANTARA/Mentari Dwi Gayati
Ket. Tangkap layar Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman bersama lembaga riset WRI Indonesia dan Carbon Ethics dalam mengurangi emisi karbon, seperti disaksikan dalam tayangan YouTube WRI Indonesia, Rabu.

JAKARTA - BUMD, PT Transportasi Jakarta (TranJakarta) menggandeng Yayasan Institut Sumber Daya Dunia (World Resources Institute/WRI) Indonesia dan Carbon Ethics untuk mengajak penumpang berperan mengurangi emisi karbon.

Kerja sama itu dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman yang ditandatangani antara Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza dengan perwakilan WRI Indonesia dan Carbon Ethics sebagai upaya mengurangi emisi karbon hingga 50 persen pada 2030 dan mewujudkan emisi nol atau "Net Zero Emission" di Jakarta melalui kanal Youtube, Rabu.

"Ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan udara yang lebih bersih. Dan TransJakarta sebagai BUMD Pemprov DKI tentunya mengambil peran aktif. Kami meluncurkan perangkat keberlanjutan perusahaan yang kita sebut dengan Bersih, Berdaya, dan Bestari," kata Welfizon di Jakarta, Rabu.

Welfizon menjelaskan pihaknya menyiapkan dua strategi untuk mereduksi emisi karbon. Yang pertama, melalui peningkatan jumlah pelanggan.

Menurut dia, semakin banyak masyarakat yang menggunakan transportasi publik, akan semakin banyak kendaraan pribadi yang ditinggalkan sehingga akan berpengaruh pada jejak emisi karbon.

Kedua, TransJakarta juga terus menambah pengoperasian bus listrik yang tahun ini direncanakan mencapai 100 unit busV.

Adapun melalui kolaborasi dengan WRI Indonesia dan Carbon Ethics, TransJakarta akan memanfaatkan ekosistem jaringan yang sudah terbentuk, yakni melalui satu juta pelanggan untuk terlibat dalam mereduksi emisi karbon.

CEO Carbon Ethic Agung Bimo Listyanu mengatakan pihaknya sudah merancang aplikasi kode batang (QR Code) sehingga penumpang TransJakarta dapat secara sukarela melakukan penanaman mangrove dan memantaunya secara digital.

"Setiap pelanggan TransJakarta dapat berpartisipasi untuk tanam mangrove dan setiap pelanggan yang menanam, bisa mengetahui perkembangan mangrove seperti apa melalui pengawasan digital," kata Bimo.

Adapun berdasarkan riset WRI Indonesia, ada tiga sektor yang menyumbang emisi karbon di Jakarta, yakni pembangkit listrik sebesar 7,9 juta ton CO2, transportasi 13,2 juta ton CO2, dan industri 4,3 juta ton CO2.

"Transportasi darat menjadi penyumbang emisi terbesar karena ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Oleh karena itu, TransJakarta menjadi BUMD yang berperan penting terhadap pengurangan emisi karbon ini karena banyaknya jaringan dan jumlah pelanggan," kata Direktur WRI Indonesia Nirarta Samadhi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.