Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Rakyat Dunia Kelaparan, Australia dan Inggris Desak Rusia Kembali Ke Kesepakatan Ekspor Pangan

📅 Rabu, 19 Jul 2023, 04:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Rakyat Dunia Kelaparan, Australia dan Inggris Desak Rusia Kembali Ke Kesepakatan Ekspor Pangan Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ket. Menlu Australia Penny Wong menyampaikan pandangan pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (PMC) bersama Australia di Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Istanbul - Australia dan Inggris bergabung dengan beberapa negara lain yang mendesak Rusia untuk kembali ke kesepakatan biji-bijian Laut Hitam.

"Keputusan Rusia untuk menghentikan Prakarsa Biji-Bijian Laut Hitam akan merugikan mereka yang paling membutuhkan," kata Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong di Twitter.

Menurut dia, kesepakatan biji-bijian penting untuk memastikan pasokan makanan yang dapat diprediksi, termasuk untuk negara-negara di Indo-Pasifik dan Afrika.

"Kami meminta Rusia untuk kembali ke meja perundingan. Australia tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan para mitra untuk membangun ketahanan pangan jangka panjang mereka," tulis Wong.

Sementara itu, Inggris mengecam keras keputusan Rusia yang menarik diri dari Prakarsa Biji-Bijian Laut Hitam.

Menlu Inggris James Cleverly mengatakan perang telah menghalangi kebebasan pengiriman biji-bijian dan bahan pangan lainnya melalui Laut Hitam, hingga menyebabkan penderitaan di seluruh dunia.

"Kami mendesak Rusia untuk bergabung kembali dengan prakarsa, yang dikembangkan oleh PBB pada 2022, dan mengizinkan ekspor biji-bijian tanpa hambatan. Sejak awal, prakarsa ini telah memainkan peran penting dalam menurunkan dan menstabilkan harga pangan dunia, mengirimkan lebih dari 32 juta ton produk pangan ke pasar dunia," kata Cleverly.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Rusia, Ukraina, PBB, dan Turki tahun lalu dengan tujuan melanjutkan kembali ekspor biji-bijian dari tiga pelabuhan Ukraina di Laut Hitam.

Kegiatan ekspor biji-bijian dari pelabuhan-pelabuhan Ukraina sempat terhenti sejak Rusia melancarkan perangnya di Ukraina pada Februari 2022.

Di bawah kesepakatan tersebut, Pusat Koordinasi Bersama didirikan di Istanbul tahun lalu dengan pejabat dari tiga negara dan PBB untuk mengawasi pengiriman pangan.

Kesepakatan itu telah diperbarui beberapa kali sejak itu, dan terakhir kali diperpanjang selama dua bulan pada 18 Mei 2023.

"Rusia telah menghalangi operasi dari kesepakatan itu selama beberapa bulan. Dengan melakukan itu, Rusia melayani kepentingannya sendiri dan mengabaikan kebutuhan semua orang di seluruh dunia, termasuk di negara-negara termiskin, yang akibatnya harus membayar harga pangan lebih tinggi," kata Cleverly.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.