Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Sebut Rusia Kejam Tangguhkan Kesepakatan Ekspor Biji-bijian

📅 Selasa, 18 Jul 2023, 14:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Sebut Rusia Kejam Tangguhkan Kesepakatan Ekspor Biji-bijian Doc: AFP/Ahmad Al-Basha/GI
Ket. Seorang bocah Yaman menerima bantuan kemanusiaan yang disumbangkan oleh Program Pangan Dunia, di kota Taez pada 10 Oktober 2020. Lebih dari 345 juta orang menderita kerawanan pangan tingkat tinggi," kata Thomas-Greenfield.

PBB - Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield mengecam keputusan Rusia untuk menangguhkan keikutsertaannya dalam kesepakatan biji-bijian Laut Hitam dan menyebutnya sebagai "tindakan yang kejam".

"Rusia telah melontarkanpukulan lain kepada kelompok paling rentan di dunia," kata Thomas-Greenfield kepada wartawan, Senin (17/7).

Menurut dia, kesepakatan biji-bijian yang ditengahi oleh PBB dan Turki memberi secercah harapan bagi krisis pangan dunia.

"Perjanjian ini telah membawa stabilitas ke pasar pangan global, dan menurunkan harga pangan untuk semua. Namun hari ini, Rusia telah mencampakkan semua kemajuan ini dan semua harapan ini sia-sia," katanya.

Rusia menolak memperbarui kesepakatan itu setelah 17 Juli 2023 karena merasa kepentingannya belum terpenuhi.

"Sayangnya, sejauh ini bagian yang berkaitan dengan Rusia dalam perjanjian Laut Hitam ini belum dilaksanakan," ujar juru bicara pemerintah RusiaDmitry Peskov.

Dengan menyetujui perpanjangan kesepakatan tersebut, Rusia berharap hambatan terhadap ekspor pupuknya dihapuskan, termasuk dengan dimasukkannya Bank Pertanian Rusia dalam sistem pembayaran internasional SWIFT.

Kesepakatan biji-bijian Laut Hitam ditandatangani pada Juli 2022 di Istanbul oleh Ukraina, Rusia, PBB, dan Turki guna melanjutkan kembali ekspor biji-bijian dari pelabuhan-pelabuhan Ukraina.

Kegiatan ekspor dari beberapa pelabuhan Ukraina di Laut Hitam sempat terhenti akibat perang Rusia-Ukraina yang dimulai pada Februari 2022.

Sejak itu kesepakatan tersebut telah diperbarui beberapa kali dan diperpanjang selama dua bulan lagi pada 18 Mei 2023.

Kesepakatan itu memastikan lebih dari 32 juta metrik ton komoditas pangan dikirim dengan aman dari pelabuhan Ukraina, menurut PBB.

"Lebih dari 345 juta orang menderita kerawanan pangan tingkat tinggi," kata Thomas-Greenfield, mengutip data Program Pangan Dunia.

"Dan kita tahu tanpa keraguan, bahwa perang brutal Rusia terhadap Ukraina telah mendorong jutaan orang ke tepi jurang, terutama di Timur Tengah dan Afrika," katanya, menambahkan.

SaatRusia bermain politik, kata Thomas-Greenfield, berbagai pihak akan menderita, termasuk anak-anak di wilayah Tanduk Afrika yang kekurangan gizi akut, ibu-ibu yang akan berhenti memproduksi ASI untuk bayinya karena mereka tidak cukup mendapat nutrisi dari makanan.

"Dunia membutuhkan Inisiatif Biji-Bijian Laut Hitam, dan semua negara anggota (PBB) harus bersatu dan mendesak Rusia untuk membatalkan keputusannya, melanjutkan negosiasi, memperpanjang, memperluas, dan menerapkan sepenuhnya inisiatif ini," kata utusan AS itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.