Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Sebut Neraca Perrdagangan Juni 2023 Surplus

📅 Senin, 17 Jul 2023, 15:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPS Sebut Neraca Perrdagangan Juni 2023 Surplus Doc: ANTARA/Maria Cicilia Galuh
Ket. Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Atqo Mardiyanto saat menyampaikan Rilis Berita BPS, di Jakarta, Senin (17/7/2023).

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 38 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 dengan nilai sebesar 3,45 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto mengatakan, surplus neraca perdagangan Juni 2023 lebih ditopang oleh komoditas nonmigas sebesar 4,42 miliar dollar AS, dengan penyumbang surplusnya adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati serta besi dan baja.

"Surplus di bulan Juni ini meningkat tajam dibandingkan dengan sebelumnya, tetapi memang masih lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun yang lalu," ujar Atqo dalam acara Rilis Berita BPS, di Jakarta, Senin (17/7).

Atqo menyebut, surplus ini jauh lebih tinggi dibanding bulan lalu, tetapi lebih rendah dibandingkan dengan Juni 2022. Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit 0,96 miliar dollar AS, dengan komoditasnya adalah minyak mentah dan hasil minyak.

Defisit neraca perdagangan non migas Juni 2023 jauh lebih rendah daripada bulan lalu maupun bulan yang sama tahun lalu. Secara kumulatif hingga Juni 2023, total surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai 19,93 miliar dollar AS atau lebih rendah sekitar 5,06 miliar dollar AS atau sekitar 20,24 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, pada Juni 2023 Indonesia mengalami surplus dalam perdagangan dengan beberapa negara. Untuk tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah India sebesar 1,2 miliar dollar AS, Amerika Serikat 1,1 miliar dollar AS, dan Filipina 0,8 miliar dollar AS.

"Dengan India, didorong oleh komoditas lemak dan minyak hewan, kemudian bahan bakar mineral, logam mulia, dan perhiasan," kata Atqo pula.

Namun demikian, Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dengan beberapa negara, seperti Australia sebesar 0,5 miliar dollar AS, Thailand 0,3 miliar dollar AS, dan Jerman 0,3 miliar dollar AS.

Defisit terdalam yang dialami dengan Australia didorong oleh beberapa komoditas, antara lain serealia, bahan bakar mineral serta gula dan kembang gula.

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia Juni 2023 mencapai 20,61 miliar dollar AS atau turun 5,08 persen dibanding ekspor Mei 2023. Dibanding Juni 2022 nilai ekspor turun sebesar 21,18 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Juni 2023 mencapai 128,66 miliar dollar AS atau turun 8,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor nonmigas mencapai 120,82 miliar dollar atau turun 9,32 persen.

Nilai impor Indonesia Juni 2023 mencapai 17,15 miliar dollar AS turun 19,40 persen dibandingkan Mei 2023 atau turun 18,35 persen dibandingkan Juni 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.