Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Layanan Transportasi di Palembang, Ditjen Hubdat Resmikan Dua Pelabuhan di Sungai Musi

📅 Minggu, 16 Jul 2023, 17:56 WIB | Oleh:
Tingkatkan Layanan Transportasi di Palembang, Ditjen Hubdat Resmikan Dua Pelabuhan di Sungai Musi Doc: Istimewa.
Ket. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) meresmikan Pelabuhan Sungai 16 Ilir dan Pelabuhan Sungai 7 Ulu, Sumatera Selatan.

JAKARTA - Agar dapat menciptakan transportasi handal dan terintegrasi, serta menumbuhkan transportasi sungai yang lebih baik di Palembang dan sekitarnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) meresmikan Pelabuhan Sungai 16 Ilir dan Pelabuhan Sungai 7 Ulu, dimana keduanya berada di sungai Musi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno mengatakan dengan adanya Pelabuhan Sungai 16 Ilir dan Pelabuhan Sungai 7 Ulu diharapkan akan menumbuhkan transportasi sungai yang lebih baik, kalau transportasi sungai tumbuh lebih baik akan mengurangi beban transportasi darat di Palembang.

"Kita bersama akan melakukan peresmian pengoperasian Pelabuhan Sungai 16 Ilir yang mulai dibangun pada 2019 hingga 2022 dengan anggaran Rp107 Miliar dan Pelabuhan Sungai 7 Ulu yang dibangun sejak 2021 hingga 2023 dengan anggaran Rp75 Miliar," kata Hendrodalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/7) .

Melalui kehadiran Pelabuhan Sungai 16 Ilir dan Pelabuhan Sungai 7 Ulu, Hendro juga menitipkan pesan agar Pemda dan masyarakat dapat menjaga bangunan pelabuhan.

Dirinya mewakili Bapak Menteri Perhubungan mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran baik di Ditjen Hubdat dan Pemda sehingga bersama-sama dapat mewujudkan pembangunan kedua dermaga ini.

Lebih jauh lagi, dia menyampaikan pihaknya berharap agar pertumbuhan moda angkutan di Palembang dapat tumbuh dengan baik dan menjadi contoh bagi daerah lain.

"Untuk itu saya meminta kepada Pemerintah Daerah Kota Palembang sebagai pengelola Pelabuhan Sungai 16 Ilir dan Pelabuhan Sungai 7 Ulu supaya memperhatikan kondisi fasilitas pelabuhan dari sisi kebersihan, ketertiban, dan melakukan pemeliharaan terhadap fasilitas dermaga dengan baik," kata Hendro.

Sedangkan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sumatera Selatan, Denny Michels Adlan dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa salah satu pusat kegiatan angkutan sungai di Palembang berada di kawasan Pelabuhan Sungai 16 Ilir dan 7 Ulu yang didominasi untuk kegiatan ekonomi, sosial, dan kepariwisataan.

"Pelabuhan ini melayani 35 trayek angkutan sungai yang tersebar di Sumatera Selatan dengan rata-rata harian keberangkatan dan kedatangan kapal adalah sebanyak 114 kapal.

Adapun jenis kapal yang beroperasi adalah kapal jukung, ketek, dan ada juga speed boat," katanya.

Menurut Denny, dengan padatnya aktivitas transportasi sungai di 16 Ilir dan 7 Ulu ini maka perlu disediakan prasarana yang mendukung aktivitas tersebut. Selain itu khususnya kawasan 16 Ilir telah terintegrasi dengan moda transportasi LRT mulai dari stasiun LRT Ampera, Buy The Service Angkutan Perkotaan, dan Terminal Tipe C Ampera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.