Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KAI Commuter Tawarkan Produk Kartu Multitrip

📅 Rabu, 12 Jul 2023, 22:02 WIB | Oleh:
KAI Commuter Tawarkan Produk Kartu Multitrip Doc: ANTARA/Didik Suhartono
Ket. Sejumlah penumpang menunggu kereta di Stasiun Gubeng Surabaya, Rabu (12/7).

SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia Commuter menawarkan produknya kartu multitrip dengan mengkaji tiga hal yang mendukung pembayaran non tunai untuk mengintegrasikan transportasi antarmoda di Jawa Timur.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba saat konferensi pers di Stasiun Gubeng Surabaya, Jatim, Rabu, mengatakan, ada tiga hal yang akan dicoba dilakukan kajiannya, yaitu integrasi pembayaran, layanan dan fisiknya seperti halte dan stasiun.

"Yang pertama ini mungkin yang bisa lebih cepat adalah implementasi e-ticketing, sehingga kami menawarkan produk kami untuk menunjang cashless di transportasi yang sudah diimplementasikan di beberapa provinsi ini," ujarnya.

Ia berharap pada Agustus 2023 hal tersebut sudah dilakukan uji coba dengan yang ada di Jatim khususnya Trans Jatim.

Selanjutnya, pada Integrasi pembayaran, dirinya menjelaskan untuk ke depannya yang sudah memiliki kartu multitrip tersebut sudah dapat digunakan di Jawa Timur juga.

"Jadi nanti orang Yogya datang ke sini sudah pakai kartu sama, orang Jakarta datang liburan ke Surabaya dia sudah menggunakan kartu tersebut di KRL, MRT, nanti naik Trans Jatim pakai kartu itu juga," tuturnya.

Penerapan tersebut, kata dia, merupakan bentuk upaya untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik dengan mudah.

"Sehingga mereka tidak perlu mikir, kalau di Jakarta, Yogya sampai Surabaya mereka cukup pakai kartu multitrip. Sehingga mereka bisa nyaman melakukan transportasi publik di manapun," kata Anne.

Menurut dia, hal tersebut dilakukan karena potensi pengguna kereta lokal di Jawa Timur setiap harinya sebesar 40 ribu orang.

"Sehingga kami membuka untuk melakukan integrasi antarmoda dengan Dinas Perhubungan dan pemerintah daerah yang saat ini sedang kami lakukan identifikasinya," katanya.

Saat ini, lanjutnya, yang bisa dilakukan oleh pihaknya adalah bagaimana kartu yang sudah diimplementasikan di daerah lain seperti Jakarta Bogor Tangerang dan Bekasi (Jabotabek), Jawa Tengah dan Yogyakarta, juga bisa digunakan di Jawa Timur.

"Skemanya itu adalah bagaimana kami melakukan pembayaran menggunakan cashless yang juga diintegrasikan ke stasiun-stasiun," ucapnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mengkaji kolaborasi dengan transportasi daring yang sudah diimplementasikan juga di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jabotabek.

"Namanya go transit, kerja sama dengan pihak Gojek, ini juga bagaimana baiknya nanti diterapkan di Jawa Timur," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

48 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.