- Home
-
- Megapolitan
-
- Pelayanan Publik Kota Depo...
Pelayanan Publik Kota Depok Terbaik
Jumat, 07 Jul 2023, 04:00 WIBDEPOK - Ombudsman mengumumkan Kota Depok mendapat nilai kepatuhan 94,74 untuk pelayanan sehingga masuk kategori zona hijau. "Pemerintah Kota Depok meraih opini Kualitas Tertinggi dalam Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2022," jelas Inspektur Inspektorat Kota Depok, Firmanuddin, Kamis (6/7).
Dia menjelaskan Agustus-November 2022 Ombudsman telah menilai penyelenggaraan pelayanan publik Kota Depok dengan menyasar tujuh unit layanan. Ketujuhnya adalah
Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan, dan Pencatatan Sipil. Kemudian, Puskesmas Tugu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Puskesmas Tanah Baru, dan Puskesmas Tugu.
"Penghargaan ini tidak lepas dari arahan Wali Kota Depok agar seluruh perangkat daerah berkomitmen dan berupaya melakukan reformasi bidang layanan publik," tandas Firmanuddin. Menurut dia, nilai kepatuhan pelayanan publik Depok pada tahun 2021 adalah 70,07 dan berada di zona kuning. Tahun 2022 melesat naik ke zona hijau.
Lebih lanjut, Firmanuddin menuturkan beberapa upaya yang telah dilakukan Pemkot Depok, meliputi pembinaan bersama Sekretariat Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah. Kemudian, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Selanjutnya, Inspektorat, serta Dinas Komunikasi-Informatika kepada perangkat daerah.
Kemudian, melakukan pembinaan SDM seperti capacity building, monitoring dan evaluasi bersama tim lintas perangkat daerah. Lalu memantau layanan elektronik melalui web atau medsos dari unit pengelola layanan, juga melakukan survei kepuasan secara elektrik dan menyiapkan tim pengawas internal melibatkan Inspektorat Daerah.
"Semoga dengan raihan terbaik ini Depok semakin meningkatkan pelayanan masyarakat," harapnya.
Lokomotif Ekonomi
Sementara itu, Pemerintah Kota Depok menjadikan seni media (media arts) sebagai lokomotif ekonomi kreatif dan mewakili Indonesia masuk dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO (The UNESCO Creative Cities Network) 2023. "Ekonomi kreatif Depok yang akan dibawa disajikan ke depan di UNESCO," kata Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono.
Pemerintah telah mengajukan Kota Depok (Jabar) dan Surakarta (Jateng) ke UNESCO masuk Jejaring Kota Kreatif UNESCO Oktober mendatang. Depok untuk kategori Kota Seni Media dan Surakarta untuk kategori Kota Kerajinan-Seni Rakyat.
Selain seni media dan kerajinan-seni rakyat, kategori lain untuk masuk Jejaring Kota Kreatif UNESCO adalah musik, film, literatur, desain, dan gastronomi. Saat ini sudah hampir 300 kota dari negara-negara anggota UNESCO dunia yang masuk dalam Jejaring Kota Kreatif.
Kepala Bappeda Depok, Dadang Wihana, menambahkan Depok menjadikan aspek seni media sebagai sektor unggulan kota kreatif dan dijadikan sebagai lokomotif bagi ekonomi kreatif lainnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Trump Tolak Usulan Bersyarat Iran Terkiat Pembukaan Kembali Selat Hormuz
-
Film People Pleaser Siap Masuk Bioskop 19 November, Ceritanya Dekat dengan Kehidupan Anak Muda
-
Dispar Kalsel Perkuat Ekonomi Kreatif untuk Kurangi Ketergantungan Sumber Daya Alam
-
Pemerintah Siapkan Langkah Baru, Rumah Tak Layak Huni Bakal Ditangani Lebih Cepat
-
Jakarta Biennale 2026 Digelar di TIM, 20 Seniman Pamerkan Karya Seni
-
Menangi GP Bahrain, Max Verstappen Girang Sambut Performa Unit Daya Terbaru Red Bull
-
Ratusan Pesilat Serbu Temanggung, 580 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.