Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlancar Arus Ketapang-Gilimanuk, Kemenhub Kerahkan Kapal Tambahan 

📅 Kamis, 06 Jul 2023, 13:13 WIB | Oleh:
Perlancar Arus Ketapang-Gilimanuk, Kemenhub Kerahkan Kapal Tambahan  Doc: Istimewa
Ket. Kendaraan yang akan menyeberang di lintas Ketapang- Gilimanuk.

JAKARTA - Menyikapi adanya lonjakan volume kendaraan yang akan menyeberang di lintas Ketapang- Gilimanuk, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyatakan hingga kini terus dilakukan sejumlah upaya untuk mempercepat penguraian kendaraan. Salah satu upaya tersebut yaitu dengan menambah jumlah kapal yang beroperasi.

"Sebelumnya telah terjadi lonjakan pengguna jasa pelabuhan di masa arus balik cuti bersama hari raya Idul Adha terlebih juga adanya kegiatan perbaikan dan penutupan dermaga ponton di sisi pelabuhan Gilimanuk Bali yang juga berdampak pada pelayanan di pelabuhan Ketapang Jawa Timur," kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, Utomo Harmawan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/7).

Terjadinya kepadatan dalam area parkiran di dalam Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dan antrian di luar pelabuhan terjadi mulai Senin (03/07). "Hal-hal yang telah dilakukan oleh kami di BPTD Kelas II Jatim adalah melakukan percepatan Tiba Bongkar Muat Berangkat (TBMB) sehingga tidak mengikuti lagi jadwal dan time table," tambahnya.

Dari data yang dihimpun oleh BPTD Kelas II Jawa Timur di Pelabuhan Ketapang tercatat sebanyak 8.104 kendaraan pada Senin (03/07) dan 6.656 kendaraan pada Selasa (04/07). Sementara di Pelabuhan Gilimanuk pada Senin (03/07) ada sebanyak 5.570 kendaraan dan pada Selasa (04/07) sebanyak 5.392 kendaraan.

Utomo menambahkan, sejak kepadatan pelabuhan dimulai juga telah dilakukan penambahan ketersediaan kapal dengan menambah 1 kapal di masing-masing MB1, M2, M3. "Semula ada 15 kapal menjadi 18 kapal, sementara di dermaga plengsengan/ LCM juga ditambahkan ketersediaan kapal dari 12 Kapal menjadi 15 Kapal," lanjut Utomo.

Dengan kondisi air surut yang terjadi di dermaga plengsengan/ LCM juga ikut mempengaruhi keterlambatan layanan pelabuhan penyeberangan yang mengakibatkan penumpukan antrian.

"Untuk menangani antrian di jalan umum yang didominasi oleh kendaraan kendaraan pribadi dan kendaraan logistik telah dilakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Polres Banyuwangi, Dishub Kabupaten Banyuwangi, PT. ASDP dan stakeholder terkait di wilayah pelabuhan Ketapang sehingga kami berharap kepadatan dan antrian kendaraan dapat segera terurai," ujarnya.

Utomo menyampaikan juga bahwa BPTD Kelas II Jatim telah menurunkan petugas pengatur lalu lintas juga dibantu oleh personil petugas UPPKB Watudodol, Banyuwangi yang dialihkan untuk bertugas membantu pengaturan lalu lintas Pelabuhan Ketapang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.