Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uni Eropa Pertimbangkan Izinkan Bank Rusia Demi Ekspor Pangan Ukraina

📅 Rabu, 05 Jul 2023, 00:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Uni Eropa Pertimbangkan Izinkan Bank Rusia Demi Ekspor Pangan Ukraina Doc: ANTARA/REUTERS/Igor Tkachenko
Ket. Pekerja memanen gandum di ladang, saat serangan Rusia ke Ukraina berlanjut, di Wilayah Odesa, Ukraina 23 Juni 2022.

Brussels - Uni Eropa mempertimbangkan usul mengizinkan Russian Agricultural Bank mendirikan anak perusahaan sehingga bank itu bisa kembali terlibat dalam jaringan keuangan global, lapor Financial Times pada Senin.

Tujuan langkah Uni Eropa itu adalah menjaga agar Perjanjian Pangan Laut Hitam terus berjalan sehingga Ukraina bisa tetap mengekspor komoditas pangannya ke pasar internasional dan mencegah krisis pangan global, tulis koran bisnis berbasis di Inggris tersebut.

Komisi Eropa belum menanggapi laporan Financial Times ini.

Russian Agricultural Bank yang dimiliki pemerintah Rusia dan bergerak mendukung kegiatan agribisnis di negara tersebut, terkena sanksi akibat konflik Rusia dan Ukraina sehingga tidak bisa menggunakan sistem tukar pesan keuangan global, SWIFT.

Oleh karena itu, usul yang disampaikan pemerintah Rusia melalui diskusi yang difasilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut mengusahakan agar sebuah unit usaha baru bank tersebut bisa menangani pembayaran ekspor pangan Ukraina menggunakan SWIFT, tulis Financial Times.

Pemerintah Rusia pekan lalu menyatakan tidak memiliki alasan memperpanjang pelaksanaan Perjanjian Pangan Laut Hitam, yang menjamin keamanan produk ekspor biji-bijian Ukraina yang melewati perairan yang dikuasai Rusia, karena negara-negara Barat bertindak 'keterlaluan' lewat kesepakatan tersebut.

Perjanjian yang difasilitasi PBB dan Turki pada Juli 2022 tersebut awalnya hanya berlaku berlaku selama 120 hari, namun sudah tiga kali diperpanjang dan akan habis masa berlakunya bulan ini.

Melalui perjanjian ini, Ukraina bisa mengekspor lebih dari 32 juta ton komoditas pangan, yang sebagian besar berupa jagung dan gandum.

Ukraina dan Rusia adalah aktor utama dalam pasar biji-bijian dan minyak biji-bijian global.

Pemerintah Rusia pada Senin menegaskan kembali bahwa mereka pesimistis terhadap usaha memperbarui kesepakatan tersebut karena tidak ada perkembangan dalam pelaksanaan perjanjian penyerta yang berkaitan dengan ekspor komoditas dari Rusia.

Sementara itu, Olha Trofimtseva, duta besar keliling Kementerian Luar Negeri Ukraina, menanggapi laporan koran tersebut dengan menyatakan Uni Eropa hanya berusaha memfasilitasi perjanjian tersebut.

"Di satu sisi, setiap kesempatan untuk ekspor produk pertanian adalah hal baik. Di sisi lain, memberikan kelonggaran kepada pemeras sama artinya dengan mendukung mereka melanjutkan aksinya," tambah dia melalui aplikasi pesan Telegram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.