Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rencana Pembuangan Limbah Nuklir Jepang Berdampak Buruk

📅 Selasa, 04 Jul 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Rencana Pembuangan Limbah Nuklir Jepang Berdampak Buruk Doc: ANTHONY WALLACE / AFP
Ket. Para aktivis berkumpul di Seoul untuk memprotes rencana pelepasan air dari pembangkit nuklir Fukushima Dai-Ichi di Jepang, beberapa waktu lalu.

KUALA LUMPUR - Pengamat dari Malaysian Chinese Association (MCA), Neow Choo Seong, menilai rencana Jepang membuang air limbah radioaktif dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang rusak ke laut, dapat menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima

"Pembuangan air yang terkontaminasi akan berdampak buruk terhadap berbagai wilayah di Pasifik, termasuk negara-negara anggota Asean yang bergantung pada perikanan untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor," kata Wakil Ketua Biro Komunikasi dan Diplomasi Internasional MCA, Neow Choo Seong.

Seperti dikutip dari Antara, Neow menjelaskan kontaminasi di sektor perikanan akan sangat berbahaya, tidak hanya berkaitan dengan kerugian yang ditimbulkannya pada kesehatan manusia akibat eksposur, terutama melalui makanan laut yang terkontaminasi logam berat.

Namun hal itu, menurut dia, akan merugikan kawasan secara ekonomi karena wisatawan akan menjauh akibat persepsi negatif dan risiko nyata, sementara ekspor makanan laut akan terhenti.

"Tidak ada batasan dalam pergerakan arus laut dan biota laut pun terus bermigrasi, air limbah radioaktif ini dapat menyebar ke negara-negara tetangga dan perairan laut yang lebih luas di seluruh kawasan, termasuk negara-negara pengekspor makanan laut utama global, seperti Tiongkok, Vietnam, dan Thailand," ujarnya.

Ancam Kesehatan Warga

Karena itu, dia menilai limbah tersebut pasti akan mencemari kehidupan laut dan rantai makanan, serta menimbulkan ancaman jangka panjang bagi kesehatan masyarakat di kawasan tersebut.

Neow menyarankan agar Malaysia menggunakan suara dan pengaruhnya di Asean serta platform multilateral lainnya seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengangkat masalah tersebut.

Menurut dia, Malaysia perlu menjelaskan kepada Jepang bahwa banyak negara menentang langkah sepihaknya dan kurangnya transparansi seputar isu tersebut.

"Kurangnya transparansi terkait keputusan sepihak ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional dan reaksi keras dari negara-negara tetangga, organisasi internasional, masyarakat sipil, serta komunitas nelayan di kawasan ini," ujarnya.

Menurut dia, Malaysia sebagai salah satu anggota pendiri Asean, dapat memainkan peran utama melalui platform regional itu dan platform multilateral lainnya seperti PBB untuk menyuarakan kekhawatiran.

"Dan mendesak Jepang agar tidak melanjutkan rencananya, sampai rencana itu terbukti aman dari segi lingkungan dan ilmiah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.