Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nenek Korban Penembakan Prancis Memohon Agar Kerusuhan Diakhiri

📅 Senin, 03 Jul 2023, 09:25 WIB | Oleh:
Nenek Korban Penembakan Prancis Memohon Agar Kerusuhan Diakhiri Doc: RT/AFP/Christophe Simon
Ket. Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru hara CRS di Porte d'Aix di Marseille, Prancis, 30 Juni 2023.

PARIS - Nenek seorang remaja Prancis-Aljazair yang dibunuh oleh polisi, Nahel (17), memohon kepada para perusuh untuk menghentikan aksi penjarahan dan perusakan.

"Saya katakan kepada orang-orang yang memecahkan barang-barang: berhenti. Jangan pecahkan jendela, jangan hancurkan sekolah, jangan hancurkan bus. Hentikan, ada ibu-ibu di bus, ada ibu-ibu yang berjalan di luar," kata Nadia, nenek Nahel, dalam sebuah wawancara telepon dengan BFMTV yang dikutip RT pada Minggu (2/7).

Nadia mengutuk para perusuh karena menggunakan kematian cucunya sebagai "alasan" untuk melanggar hukum. Ia mengatakan polisi yang menembak cucunya akan berhadapan dengan hokum.

Prancis telah dicengkeram aksi protes kekerasan dan kerusuhan sejak Selasa, setelah polisi di pinggiran kota Paris Nanterre menembak dan membunuh seorang anak laki-laki Perancis-Aljazair berusia 17 tahun yang diidentifikasi sebagai Nahel M. Saat itu Nahel menolak untuk patuh di sebuah halte.

Terlepas dari kenyataan bahwa petugas yang menembak Nahel telah ditangkap dan didakwa melakukan pembunuhan, insiden tersebut memicu gelombang kekerasan yang telah menyebar ke Belgia dan Swiss.

Dipicu oleh kematian rmaja dari latar belakang imigran, kerusuhan telah meningkat ke titik di mana perusuh menggunakan kendaraan untuk menabrak rumah Vincent Jeanbrun, Walikota L'Hay-les-Roses pinggiran Paris, pada Minggu, sebelum kemudian mencoba membakar rumah dimana keluarga Jeanbrun ada di dalamnya.

Para perusuh juga menyerang petugas polisi dengan petasan dan bom molotov, beberapa orang terlihat mengacungkan senjata api tingkat militer.

Pengerahan 45.000 petugas polisi dan penangkapan lebih dari 2.800 perusuh sejauh ini gagal meredam kerusuhan.Namun, Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan pada Minggu bahwa jumlah orang yang ditangkap turun menjadi 719 pada Sabtu malam.

Usia rata-rata yang ditangkap adalah 17 tahun, kata Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin.

Pada Sabtu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menunda kunjungannya ke Jerman karena kekerasan terus berlanjut.Sementara itu, beberapa negara Eropa termasuk Inggris, mengimbau warganya untuk menghindari bepergian ke daerah yang terkena dampak.

Macron menghadapi kritik atas penanganannya terhadap kerusuhan. Dua serikat polisi utama pada hari Jumat meminta presiden untuk melancarkan tindakan keras terhadap "minoritas kekerasan" yang mengamuk di jalanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.